Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Pentingnya Pembukuan Untuk UKM

Dengan memiliki pembukuan, sang Business Owner dapat mengidentifikasi keadaan perusahaan, dalam arti lain juga bisa dibilang dapat mengetahui kesehatan usaha yang dijalankannya. Hal ini penting bukan hanya untuk pihak pemilik, tapi juga sangat berguna bagi Investor, juga untuk pihak luar seperti pemasok, partner usaha, pembiayaan, dan pihak lain seperti pemerintah juga sangat berguna dalam melihat kelayakan dan kepercayaan terhadap usaha yang kita jalankan. Masih ingat MONEY FOLLOW TRACK RECORD? Salah satu tools untuk me-RECORD catatan perusahaan adalah dengan laporan accounting ini.

Untuk membuat pembukuan sederhana yang diperlukan adalah catatan semua pengeluaran dan semua pemasukan. Catatan itu dikumpulkan menjadi satu, tidak berceceran. Kas masuk dan Kas keluar juga harus diperkuat dengan bukti-bukti berupa bon, kwtansi, nota, dsb. Berikut beberapa langkah membuat pembukuan secara sederhana:

1. Catatan Arus Kas

Adalah catatan-catatan harian mengenai pengeluaran dan pemasukan keuangan. Dimana intinya setiap ada pengeluaran dan pemasukan harus dicatat. Sebaiknya, dibedakan buku untuk catatan pengeluaran dan catatan pendapatan. Dari kedua catatan harian ini dibuat resume hasil penjumlahan setiap bulan. catatan rekapitulasi ini disebut laporan arus kas (cash-flow).Salah satu cara melihat perusahaan ini perkembangannya bagus, intip saja cash flow-nya…

2. Laporan Rugi Laba.

Dari laporan arus kas diatas, dapat dibuat laporan rugi laba. Secara umum, laporan rugi laba ini berisi pendapatan dikurangi dengan biaya-biaya sehingga diketahui apakah usaha tersebut mengalami untung atau malah rugi.

Dalam pencatatan ini, Anda harus mengeluarkan faktor aset, modal, barang, dan utang dari laporan rugi laba ini. Karena ini adalah sesuatu hal yang terpisah dari Laporan Rugi Laba.

3. Buatlah Neraca

Pembuatan neraca atau biasa disebut Neraca Saldo diperuntukan untuk mengetahui nilai perusahaan dari waktu ke waktu.

Penting untuk mengetahui historical sebuah usaha, Saat awal perusahaan didirikan neraca perusahaan biasanya hanya terdiri dari modal awal dan utang (apabila ada) serta aset yang diperoleh dari pembelanjaan modal tersebut.

Aset disini termasuk sebagai aktiva, sementara utang dan modal masuk sebagai pasiva.

Seiring waktu, aset perusahaan bisa bertambah, bisa pula berkurang sehingga mengakibatkan terjadi utang-piutang, atau cadangan kas menjadi berkurang atau bertambah, mungkin juga ada sesuatu hal lain yang terjadi di catatan sejarah keuangan perusahaan Anda.

Disini bisa dilihat secara gamblang, nilai perusahaan itu bertambah atau berkurang karena perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian.

Anda perlu melakukan ketiga pencatatan ini jika usaha Anda ingin benar-benar berkembang.

Follow @RiskyIrawanID untuk bertanya atau konsultasi.

Cara Membangun Personal Branding untuk Bisnis Anda

Ada yang mengeluhkan membuka bisnis saat ini tantangannya sangat dahsyat, belum lagi karena krisis ekonomi global yang menyebabkan banyak orang kekurangan daya beli, belum lagi sulitnya terpenuhi modal usaha, persaingan bebas yang kian hari semakin mencekik. Ada juga yang memang berkata, membuka bisnis itu mudah.

Namun, di era modern seperti saat ini, ada banyak hal yang bisa membantu upaya kita untuk memulai bisnis. Saya akan membahas dari aspek, Personal Branding. Guru saya mengatakan : "MONEY FOLLOW TRACK RECORD" , atau dalam bahasa sederhananya "UANG" akan mengikuti orang-orang yang memiliki TRACK RECORD yang baik.

Contohnya begini, Ada 2 (dua) tukang bakso, yang satu jualan baksonya sepi, yang satu lagi ramai. Kira-kira Anda mau makan bakso di tempat yang sepi atau tempat yang ramai? tentu sebagian besar dari Anda memilih yang ramai bukan?

Contoh lainnya, si A orangnya tidak bisa mengatur pengeluaran pribadinya, apalagi mengatur sebuah pengeluaran perusahaan. Nah si B pandai menyimpan uang, ia amanah dalam berbagai hal termasuk keuangan. Nah, Anda lebih memilih orang yang mana untuk dijadikan partner bisnis?

Kurang lebih begitulah "MONEY FOLLOW TRACK RECORD" bekerja. Hal ini sangat berkaitan erat dengan nama baik Anda, nama baik usaha Anda bukan? untuk itu saya mengajak tiap pengusaha pemula memulai bisnis dengan Personal Branding. Dari sudut pandang customer atau investor pun akan lebih mudah percaya dengan Anda jika memiliki Personal Branding yang baik. Personal Branding menjadi amat sangat penting karena pada saat ini orang lebih selektif dalam memilih, hal ini diakibatkan karena terlalu banyaknya merek yang beredar.

Branding bukan tindakan komunikasi yang dirancang untuk memanipulasi pandangan orang lain atau tindakan pen-citraan nama baik saja yang bersifat kamuflase sehingga dari luar tampak baik sedangkan di dalamnya ternyata di luar ekspektasi.

Branding adalah serangkaian tindakan yang keluar dari kebenaran (kenyataan) serta sifat selalu menjaga amanah yang menjadi perilaku sehari-hari. Langkah pertama dalam meningkatkan  Personal Branding adalah mengetahui bagaimana orang lain memandang anda. Lakukanpositioning di mata orang banyak.

Misal, anda ingin dikenal sebagai Personal Branding yang seperti apa? Selalu menghargai kejujuran, kreatif, senang bekerja, dapat dipercaya, rendah hati, sopan, selalu menjaga perasaan orang lain, dan yang paling penting adalah selalu melakukan hal hal yang baik dan benar. Nah kalau dalam usaha, Anda ingin dikenal sebagai produk yang berkualitas seperti apa? memiliki pelayanan yang seperti apa? memiliki kepekaan terhadap konsumen yang seperti apa? danlain sebagainya.

Personal Branding memang tidak bisa dibangun dalam waktu sehari-semalam, tapi perlu anda ingat ... di era teknologi saat ini ada banyaktools yang dapat membantu mempercepat untuk menyampaikan siapa diri Anda, bagaimana usaha Anda? beberapa diantaranya adalah sbb :
  1. Bergabung, berpartisipasi dan berkecimpung dalam organisasi masyarakat dan profesional sesuai dengan bidang yang Anda geluti atau organisasi lain yang dapat mendukung dan melengkapi
  2. Mengoptimalkan Sosial Media
  3. Lakukan sesuatu yang membuat Media harus meng-expose Anda
  4. Bersilaturahmi dan berhubungan baik dengan teman lama, keluarga, dan rekan bisnis.
Selamat membangun kembali Personal Branding Anda ...

Follow @RiskyIrawanID untuk bertanya atau konsultasi.

Membangun Brand yang Efektif (Bagian 1)

Apa yang menjadi perbincangan paling menarik menurut anda? Hmmm, apa ya? Sebentar, maksudnya? Kira-kira kalau sedang ada obrolan ringan dalam lingkungan sekitar anda, apa yang paling sering dibicarakan? Hmmm, sambil garuk-garuk kepala, apa ya? Biasanya cerita lucu atau mengesankan bukan? Terlebih menceritakan tentang diri anda. Pasti segala sesuatu mengenai diri anda adalah sesuatu hal yang menarik untuk anda ceritakan. Bayangkan anda adalah seorang pedagang tapi tidak bisa bercerita seru ketika menceritakan produk anda. Apakah orang yakin mau beli?

Kedua, menceritakan si dia yang berkesan di hati. Menceritakan buah hati atau orang yang kita sukai, kita cintai juga seru bukan? Bayangkan pula ketika orang lain membeli “barang dagangan” anda dan terpuaskan diluar harapannya. Ketika dia kegirangan, dia akan menjadi orang marketing yang dengan sukarela tanpa dibayar bukan?

Mudah untuk disebutkan tapi tidak mudah untuk dilakukan. Itulah bisnis, secara teori memang mudah, dan untuk segelintir orang memang benar-benar mudah membangun sebuah bisnis, asal dengan catatan membangun sebuah bisnis itu berdasarkan keinginan sendiri, keyakinan dan juga kesabaran. Mari kita mulai membuat Citra  usaha kita agar lebih mengesankan di mata konsumen, caranya sangat mudah. Mari kita pelajari hal-hal di bawah ini …

1. Apakah nama bisnis Anda menceritakan kisah yang tepat ?
Sebuah bisnis akan berevolusi dari waktu ke waktu. Nama yang Anda gunakan pada saat memulai mungkin sudah tidak cocok lagi sekarang. Tapi jangan ragu-ragu untuk mengubah nama bisnis, dan jangan khawatir akan kehilangan konsumen yang sekarang. Konsumen suka jika melihat sebuah bisnis berubah dan berevolusi karena menunjukkan bahwa bisnis tersebut progresif dan energik.

Untuk mengganti nama, ada banyak sekali pilihan. Anda bisa memilih nama yang cerdas, Anda bisa memilih nama deskriptif yang sederhana, atau Anda bisa memilih keduanya. Penggunaan nama bisnis harus deskriptif agar konsumen prospektif mengetahui apa yang tepatnya prospek atau jasa yang Anda jual.

2.  Apa Anda memiliki logo, dan jika ya apakah logo itu tepat ?
Logo adalah citra grafis yang digunakan untuk mempromosikan bisnis. Logo adalah alat yang sangat baik untuk membawa tema unik bagi bisnis Anda dan inilah intisari dari citra korporat yang baik. Logo harus tampil lain daripada yang lain dan unik untuk mencerminkan bisnis Anda.

3. Apa tag line Anda ?
Tag line adalah beberapa kata sederhana yang membuat pernyataan tentang bisnis Anda. Semua bisnis bisa menggunakan tag line dan tag line itu harus bisa menjawab pertanyaan konsumen, “Mengapa saya harus menggunakan bisnis Anda ?”. Dan pastikan tag line Anda singkat dan tajam.

Tren datang dan pergi. Tag line pun bisa diganti seiring dengan perubahan pada bisnis atau seiring dengan perubahan pasar temapt bisnis Anda bergerak. Seperti memilih nama untuk bisnis Anda, menciptakan tag line yang sederahan juga bukan tugas yang muah, tapi keduanya harus berjalan seiring.

4. Konsistensi dan kekuatan branding
Branding atau pengenalan merek adalah kata yang sering kita dengar. ‘Mengembangkan merek’, ‘membangun merek’, ‘nilai merek’, dan sebagainya. Sebagian besar mengira branding hanya diterapkan untuk korporasi besar, tapi kenyataannya branding juga sama pentingnya bagi bisnis kecil.
Kuncinya sesungguhnya dari branding adalah konsistensi: mengirimkan pesan yang konsisten melalui iklan, citra korporat, dan tampilan bisnis Anda. Hal ini mempengaruhi penampilan bisnis dan semua area interaksi Anda dengan konsumen.

Konsistensi dikendalikan oleh sistem, memiliki mekanisme yang tepat untuk memastikan agar semua aspek bisnis Anda tetap konsisten adalah titik awalnya. Untuk memiliki citra korporat yang mutakhir, relevan, dan mengesankan.

5. Apakah Anda sudah memiliki warna korporat yang bagus ?
Bagian besar dari citra korporat yang kuat adalah memiliki warna korporat yang kuat. Biasanya ini berarti ada satu warna dominan yang digunakan dalam semua aspek citra korporat Anda. Warna dominan ini digunakan secara konsisten dalam apa pun yang Anda lakukan dan menjadi dasar dari semua materi promosi bisnis.

Warna  yang berbeda membangkitkan emosi yang berbeda pula sehingga penting untuk memilih warna yang sesuai untuk bisnis Anda. Warna gelap cenderung memberikan kesan yang lebih kuat dan lebih mapan sehingga banyak firma hukum dan akuntan yang menggunakan warna biru tua, cokelat, dan bahkan hitam sebagai warna korporat mereka. Warna yang lebih terang cenderung mencerminkan wajah dan rasa yang lebih modern sehingga sering dipilih oleh bisnis-bisnis yang bergerak dalam bidang kreatif. Ini adalah di mana Anda perlu meminta nasihat seorang perancang grafis yang baik.

6. Siapa yang mengendalikan citra korporat Anda ?
Percaya atau tidak, ada perusahaan yang berspesialisasi dalam mengendalikan citra korporat. Biasanya yang mempekerjakan mereka adalah organisasi besar, seperti waralaba hotel dan peran mereka adalah menjadi titik pusat referansi yang menyetujui materi promosi dan iklan bagi para operator individual dalam waralaba tersebut, memastikan semua materi tetap konsisten dengan citra korporat yang sudah ditentukan. Hal ini bisa menjamin citra korporat yang sangat professional dan konsisten dan memastikan pesan yang dikirim ke konsumen sudah tepat. Dalam skala lebih kecil, sama pentingnya memegang kendali atas citra korporat Anda.

7. Ada saatnya Anda perlu menilik kembali citra korporat
Citra korporat perlu berubah. Dari waktu ke waktu, citra itu bisa menjadi kuno, kehilangan dampaknya, dan sejujurnya citra itu seringkali bisa mulai terlihat amatir. Tapi pada kenyataannya, konsumen suka melihat bisnis-bisnis mengubah citra korporat mereka. Ini menunjukkan bahwa bisnis tersebut inovatif dan mengikuti perkembangan zaman. Ini menunjukkan bahwa pemilik bisnis tersebut banggga terhadap bisnis mereka dan mereka siap untuk melakukan reinvestasi. Citra korporat yang baru akan merevitalisasi semua orang – pemilik bisnis, para staf, dan bahkan konsumen. Ini adalah sebuah tanda kesuksesan bisnis.

8. Pencitraan korporat dalam iklan
Sama seperti semua aspek pencitraan korporat, iklan Anda seharusnya konsisten dan membawa ‘wajah dan rasa’ bisnis anda. Dari waktu ke waktu, ini akan membantu efektifitas – orang melihat iklan Anda dan berlangsung mengenalinya sebagai bagian dari bisnis Anda.

Jangan mengirimkan pesan yang selalu berubah atau pesan yang membingungkan sampai membuat konsumen perlu berusaha memikirkan siapa pemilik iklan itu, mereka hanya akan mengabaikannya.

9. Pastikan tim Anda memahami falsafah korporat
Falsafah kormorat mengandung arti lebih daripada misi. Tuliskan falsafah Anda, dimanakah Anda melihat posisi bisnis Anda dalam waktu satu tahun, lima tahun, atau bahakn lima puluh tahun ke depan. Mungkin bentuknya sederhana, hanya dokumen satu halaman yang menguraikan yang akan Anda jual, di mana lokasi bisnis itu, berapa orang staf yang akan dipekerjakan, apa peran Anda dalam organisasi ini dalam jangka waktu tertentu. Semua ini adalah pertanyaan bagus yang jarang diajukan.

Setelah mengetahui apa visi Anda, luangkan waktu untuk menjelaskannya kepada rekan-rekan kerja Anda. Bagikan visi ini sehingga mereka tahu ke mana Anda akan pergi. Mungkin mereka tidak akan sebergairah Anda terhadap misi tersebut, tapi itu bukanlah tugas mereka. Sekalipun Anda tidak memiliki staf, tetap baik bagi Anda untuk mengetahui ke mana tujuan Anda.

10. Ukuran tidak masalah, kecuali Anda mempermasalahkannya
Jangan membiarkan ukuran bisnis mencegah Anda dari menjalankannya dengan benar. Anda tidak perlu menjadi korporasi besar untuk memiliki citra korporat yang baik. Pengusaha yang baik tahu nilai dari penampilan yang pantas dan mereka sadar bahwa investasi dalam citra korporat yang baik hanyalah salah satu langkah dalam membangun bisnis sukses.

Follow @RiskyIrawanID untuk bertanya atau konsultasi. 

Bagaimana Membangun Bisnis Bersistem?

Sebuah sistem bisnis pasti diperlukan dalam dunia usaha, bahkan dalam kehidupan sehari-hari yang sederhana pun Kita memerlukan sistem yang dapat menjadi acuan agar kehidupan agar Kita dapat beraktivitas dengan baik, effisien, dan efektif. Sistem bisa disebut juga sebuah pola keteraturan. Bisa Anda bayangkan, jika siang dan malam tidak beraturan alias tidak memiliki pola yang teratur, pola bumi mengelilingi matahari yang berjumlah kurang lebih 365 hari,dan pola-pola lainnya. Jika dunia tidak memiliki pola, maka apa yang akan terjadi? saya yakin akan terjadi huru-hara yang hebat.

Mari kita perhatikan disekeliling, perhatikanlah aktivitas sehari-hari di lingkungan kita. Misa : perhatikan cara pembayaran di Mini Market dekat Rumah,  Toko Kelontong dalam melayani pembeli, Toko penjual obat tanaman dan pupuk saat mengambil barang pesanan ke tempat penyimpanan. Bengkel motor atau kendaraan tempat Kita melakukan perawatan.

Meskipun terbilang usaha kecil tetapi mereka sudah memiliki sebuah sistem yang mereka jalankan untuk menunjang aktivitas Mereka. Sistem tersebut memang tidak tertulis hanya berdasarkan pengalaman dan kebiasaan saja. Hal ini bisa disebut juga sebagai sebuah pola yang berulang.

Bagaimana dengan perusahaan yang besar, apakah mereka memiliki sistem juga dalam menjalankan aktivitasnya? tentunya mereka sudah memilikinya bukan? bahkan lebih rapi lagi, hal itu sudah tercatat dalam sebuah manual buku yang wajib dipelajari oleh setiap orang di dalamnya.

Saya akan mengurai, secara singkat sebuah sistem yang baik haruslah memiliki beberapa syarat sbb:

1. Mudah untuk Dimengerti
Mudah dalam artian mudah dimengerti baik oleh Pemilik atau Pelaksana dan juga orang lain yang berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sistem tersebut. pun demikian dengan Customer sebagai salah satunya yang harus mendapat perhatian juga, para Customer pun harus bisa memahami sistem perusahaan dengan mudah.

2. Sesuai Kebutuhan
Sistem yang ada harus sesuai dengan kebutuhan atau kondisi terkini saat ini. Sebagai contoh jika dalam perusahaan tersebut belum memiliki Sales Coordinator, maka sistem yang ada saat ini untuk kebutuhan otorisasi jangan dipaksakan ada Sales Coordinator. Mungkin untuk sementara dapat diambil alih oleh seorang Head Marketing. Lain hal nya dengan perusahaan yang sudah besar, Misalnya Level Multinasional. ataupun perusahaan kecil yang jumlahnya baru 3 orang misalnya. Keputusan-keputusan unit usahanya masih bisa diserahkan kepada si pemilik usaha.

3. Efisiensi Waktu
Sistem tersebut harus dapat men-support kebutuhan Customer. Apa yang diinginkan Pelangan, tentunya pelayanan yang baik dan cepat bukan? Jangan sampai pelanggan harus menunggu sekian lama karena proses sistem yang lama untuk menghasilkan dokumen yang dibutuhkan, terlebih dokumen tersebut untuk kepentingan internal pemilik sistem. Utamakan pihak eksternal.

4. Selalu Evaluasi
Sistem harus dapat mensupport perkembangan usaha. Sebuah sistem harus dievaluasi terus menerus. Mungkin saja sistem tersebut pada era-nya cukup baik, tetapi karena perkembangan, sistem tersebut menjadi banyak kelemahan. Hal ini biasanya berpengaruh terhadap teknologi, Oleh karena itu harus selalu di-update.

Jadi sebuah sistem dapat dikatakan baik, dilihat dari kriteria diatas dan tentunya dipengaruhi juga dari hal sudut pandang. Dari sudut pandang mana kah Kita melihat sistem tersebut, apakah dari pemilik system, pelanggan atau pihak lain yang terlibat. libatkan semua stakeholder untuk kemajuan usaha, Jika semua pihak merasa sistem tersebut membantu aktivitasnya maka sistem tersebut dapat dikatakan baik.

Follow @RiskyIrawanID untuk bertanya atau konsultasi.

Awas, Jebakan Mindset dalam Bisnis

Sesungguhnya perkara yang halal itu sudah jelas dan perkara yang haram juga sudah jelas. Diantara keduanya adalah hal-hal yang meragukan (syubhat), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa bisa menjaga dirinya dari hal-hal yang syubhat itu, berarti dia telah memelihara agama dan kehormatannya. Sementara barangsiapa yang terjatuh ke dalam hal-hal yang syubhat, berarti dia telah terjatuh ke dalam hal-hal yang haram sebagaimana seorang pengembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang, dimana dikhawatirkan hewan gembalaannya merumput ke daerah terlarang itu. Katahuilah bahwa setiap penguasa memiliki wilayah terlarang, dan wilayah terlarang Allah adalah hal-hal yang telah Dia haramkan. (Muttafaqun ‘alaih)

Saya pernah beberapa kali mendengar ungkapan dari beberapa kalangan masyarakat yang menyebutkan bahwa, “Mengais rezeki dari Allah yang haram saja sulit, apalagi yang halal!”.
Nah Lho, Ada apa ini? Yup, Tanpa disadari hal tersebut seolah-olah sudah me-mind set mereka untuk melakukan cara apapun dalam bekerja atau berdagang (usaha). Yang penting “Asal dapat duit, apapun itu dilakukan, sehingga terjebak dalam praktek-praktek yang bertentangan dengan aturan yang syar’i.

Dalam hadits diatas, Nabi Muhammad SAW secara bijak telah memberikan pesan agar tidak memasuki wilayah terlarang, tentunya hal ini sudah digariskan oleh Allah SWT.

Banyak kasus praktek “ASAL-ASAL-an” ini biasanya disebabkan oleh dua hal, yang pertama yaitu penjualan produk barang atau jasa yang tidak kunjung laku dan diterima di pasaran. Yang kedua adalah ingin segera mendapatkan keuntungan banyak dalam waktu yang relatif singkat. Jadi dalam kaitannya untuk menyelesaikan masalah tersebut dipilihlah jalan singkat yang ternyata bisa menyesatkan diri sendiri dan juga konsumen. Otomatis praktek seperti itu membuat bisnis kita menjadi bisnis yang tidak berkah. Dan kalau tidak berkah, tentunya bisnis tersebut tidak akan langgeng.

Mari kita sedikit menganalisa, produk dan jasa anda tidak laku biasanya dikarenakan karena cara marketing anda. Semisal apabila produk atau jasa anda tidak terlalu baik tapi jika jika marketing anda baik maka produk atau jasa anda akan laku di pasaran. Terlebih apabila produk yang bermutu dikawinkan dengan teknik marketing yang mumpuni. Jawaban yang Simple bukan? Ya, caranya memang simple namun kita harus detail untuk mendapatkan hasil yang maksimal, karena untuk membuat bisnis yang solid perlu team yang solid juga, untuk menciptakan produk yang laku kita harus melihat kebutuhan pasar, kemudian ide tersebut dituangkan dalam produk dan jasa yang akan diciptakan, lalu untuk menciptakan produk atau jasa yang baik perlu proses produksi (operasional) yang baik pula, Setelah jadi produk atau jasa maka perlu strategi marketing yang mendukung citra produk agar mudah diingat dan diterima konsumen, Agar diterima konsumen perlu proses edukasi yang berkesinambungan. Setelah edukasi maka perlu dibuat penawaran kepada konsumen agar konsumen tahu benefit dari produk dan jasa sehingga memutuskan pembelian. Nah, proses pembelian ini tentunya kita harapkan dapat terus menerus, maka perlu lah pelayanan purna jual sehingga silaturahmi antar produsen dan konsumen tetap terjaga. Kalau silaturahmi sudah terbina, Insya Allah rejeki tidak akan lari kemana!

Tanpa perlu pusing memikirkan prosesnya lagi, Jebakan Mindset dapat diobati dengan mudah apabila kita menjiplak secara menyeluruh strategi bisnis Nabi Muhammad yang sudah pasti terbukti berhasil diterima masyarakat pada masanya dan bahkan samapi dengan saat ini. Berikut beberapa ajaran Rasulullah yang dapat me-refresh pikiran kita, yaitu :

1. Memiliki Visi Bisnis yang Mulia
Visi yang dilakukan Nabi Muhammad dalam berbisnis yaitu, dengan dimensi spiritual, dimana bukan hanya memperbesar laba saja tetapi memiliki dimensi Sedekah, Zakat, Infak yang besar pula, Menjalin silaturahmi dengan siapapun, Mengembangkan empati dan sinergi binsis dengan siapapun. Pebisnis spiritual tidak berkantung kepada siapapun kecuali Allah SWT, dia tidak terpengaruh oleh turun naiknya kurs mata uang, tidak terpengaruh juga oleh ketakutan akan persaingan bisnis. Dalam benaknya ia yakin Allah selalu melindungannya.

2. Tidak zalim terhadap konsumen dan orang-orang yang bekerja di dalamnya.
Secara logika orang zalim akan bangkrut karena apabila ia berbuat zalim dan orang-orang yang tidak dizalimi tidak ridha kepadanya maka akan datang celaka bahwa Allah akan mentransfer dosa-dosa orang-orang yang dizalimi

Dalam hadits disebutkan :
Barangsiapa yang mempunyai barang-barang dari hasil mendzalimi saudaranya, maka hendaknya dia meminta kerelaannya dari saudaranya itu. Sebab kelak disana (akhirat), dinar dan dirham, tidak berguna lagi, sebelum kebaikan (pahalanya) diberikan kepada saudara yang dizaliminya itu. Apabila dia tidak mempunyai kebaikan (pahala), maka dosa-dosa saudaranya itu diambil, lalu dilemparkan kepadanya. (HR. Bukhari)

Hal ini sangat memberi kita pembelajaran yang berharga bahwa sungguh tidak baik apabila kita tidak memberikan hak konsumen untuk mengetahui produk kita dengan selain menyebutkan benefit dan nilai, kita juga dapat menyebutkan secara jujur kekurangan produk kita untuk disikapi konsumen. Dalam kaitannya juga ini merupakan salah satu cara memudahlkan pelanggan seperti yang disebutkan dalam hadits :

Allah memasukkan ke dalam surge seseorang yang mempermudah urusan ketika dia menjadi penjual, atau ketika ia menjadi pembeli, atau ketika ia menjadi hakim, atau ketika ia menjadi terdakwa. (HR Ahmad)

3. Menjual Barang Yang Halal Saja
Disebutkan dalam hadits :
Sesungguhnya jika Allah telah mengharamkan sesuatu, maka (dengan otomatis) Dia juga mengharamkan hasil penjualannya. (HR. Ahmad)

4. Jangan Menjual Hal Yang Tidak Jelas
Disebutkan dalam hadits :
Ibnu Abbas ra. Menyampaikan bahwa Rasulullah SAW melarang jual beli buah-buahan yang belum masak (yang masih ada di pohonnya), bulu domba yang menempel di badannya, dan susu yang masih dalam tetek binatang. (HR At-Thabrani dan Daruquthni)

Dewasa ini banyak prektek ijon yang berspekulasi membeli hasil pertanian yang belum dipanen. Apabila ia membayar hasil panen itu dan ternyata hasilnya melebihi perkiraan, tentu ia akan untung. Namun apabila sebaliknya hasil pertanian terkena hama sehingga jauh dari dugaan maka tentu petani yang akan untung. Islam jelas-jelas melarang praktek-praktek bisnis yang tidak saling menguntungkan karena berbau judi atau untung-untungan (maisir).

5. Menjual Dengan Harga Yang Layak
Disebutkan dalam hadits :
Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW : “Saya seorang pedagang. Apabila saya membeli sesuatu, saya menawarnya lebih rendah dari harga yang saya kehendaki. Lalu saya naikkan harganya sesuai dengan keinginan saya. Sebaliknya, jika menjual sesuatu, saya menawarkannya dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang saya kehendaki. Kemudian, saya turunkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai harga yang saya inginkan”.
Rasulullah SAW bersabda : “Jangan engkau lakukan itu. Apabila engkau hendak membeli sesuatu, maka tawarlah dengan harga yang engkau berikan atau engkau tolak. Jika engkau menjual sesuatu, tawarlah dengan harga yang ingin engkau berikan, atau engkau tolak”. (HR. Ibnu Majah)

6. Menghindari Keserakahan dan licik
Tidak ada seseorang yangmemonopoli perdagangan, kecuali dia termasuk orang yang salah. (HR Muslim)

Orang yang suka mengolok-olok, mencaci maki, dan bersikap sombong akan masuk neraka, semua sifat itu tidak akan berkumpul pada diri seorang Muslim. (HR Ath-Thabrani)

7. Mengajak Orang lain Untuk Berbisnis Yang Maslahat
Disebutkan dalam hadits :
Abu Hurairah ra. Mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa membebaskan seorang Muslim dari jual-beli yang mengakibatkan penyesalan, kelak Allah akan membebaskan dia dari segala dosanya. (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Ketujuh hal diatas semoga bisa me-refresh pola bisnis kita menjadi hal yang lebih baik. Apabila kita konsisten menjalankan ajaran Bisnis Nabi bukan musatahil rejeki dan ridha Allah SWT akan bersama kita selalu. Mari selamatkan bisnis kita dari mindset yang menjebak!

Follow @RiskyIrawanID untuk bertanya atau konsultasi.

Tips Cara Memilih Mitra Bisnis

tips memilih mitra bisnis
Terkadang memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan memilih mitra bisnis yang terpercaya. Banyak sekali kasus bagaimana sebuah bisnis yang dibangun bersama-sama akhirnya harus bubar barisan di tengah jalan karena para pihak yang bekerja sama ada yang melanggar komitmen. Atau sudah berbeda Visinya.

Yup Sekali lagi bisnis itu bersinergi, bisnis itu berjamaah, Mengapa harus dilakukan dengan beramai-ramai? karena memang perlu adanya pembagian dalam siapa saja yang memiliki peran dalam berbagai posisi seperti pemasaran misalnya, keuangan, operasional, sumber daya manusianya, dsb. Nah kalau semua hal itu dilakukan sendiri itu sih sama saja seperti manajemen tukang cukur bukan? Tepatnya tukang cukur yang berada di bawah pohon, hehehe…

Untuk kaidah yang lebih sederhana misalnya, kaidah secara rombongan pun seperti di pasar induk misalnya, coba lihat saja berapa banyak orang yang berjualan tahu tapi dalam satu kawasan? Berapa banyak penjual sayur dalam satu kawasan? Bahkan berapa banyak Mall yang didalamnya terdapat banyak kios Hand Phone, Komputer, dll. Bukankah itu sebuah keuntungan untuk menarik banyak pengunjung?

Jadi Bukankah berjamaah itu memang baik? Berikut beberapa tips untuk memulai bisnis secara berjamaah :
  1. Hindari memulai bisnis dengan orang yang baru dikenal ataupun memiliki track record kurang baik sebelumnya, kecuali orang tersebut sudah jelas ingin berubah lebih baik atas tindakan masa lalunya. Kenalilah mereka bak saudara, buatlah rasa saling memiliki. Karena sekali lagi, bisnis itu adalah dukungan dari berbagai pihak, bisnis itu barter, bisnis itu pun adalah berbagi.
  2. Carilah SDM yang memiliki kompetensi di bidangnya, usahakan yang memiliki pengalaman
  3. Tetapkan visi dan misi perusahaan secara bersama-sama, lalu tuangkanlah kerja sama bisnis dalam satu kesepakatan dan komitmen yang ditandatangani bersama. Di dalam kesepakatan perlu ditetapkan hak dan kewajiban para pihak secara adil dan memiliki maksud yang baik. Sekali lagi, meskipun saling percaya, perjanjian atau kesepakatan sebaiknya ada hitam diatas putih.
  4. Setiap orang pasti ingin merasakan manisnya bisnis, manisnya mengais rezeki, tapi dalam hal ini paparkanlah hal-hal terburuk yang mungkin terjadi dalam usaha yang ditempuh dan kesempatan yang akan diambil sehingga kemudian hari tidak akan terjadi kesalah-pahaman.
Nah, itu tips yang dapat diberikan untuk memilih mitra bisnis.

Follow @RiskyIrawanID untuk bertanya atau konsultasi.
 
Copyright © 2015. Muslim Magazine.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Distributed By Kaizen Template Powered by Blogger.
Creative Commons License