Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Presiden Mesir Desak Rakyat untuk Berikan Suara dalam Referndum

Presiden Interim Mesir Adly Mansour pada hari Ahad kemarin (12/1/2014) mengatakan bahwa penerapan konstitusi baru hasil revisi dari Konstitusi 2012 akan membuka jalan menuju langkah-langkah yang demokratis.

Mansour, dalam pidatonya di televisi pemerintah pada hari peringatan Maulid Nabi Muhammad, memuji rancangan konstitusi yang telah direvisi dan akan diajukan pada referendum nasional tanggal 14 dan 15 Januari mendatang. Mansour memastikan bahwa hukum Syariah Islam adalah dasar dari undang-undang rancangan konstitusi tersebut.

Ia melanjutkan pujiannya dengan mengatakan draft baru konstitusi menghormati semua agama lain dan mempertahankan hak-hak dan kebebasan setiap orang.

“Mari kita memilih, karena kita telah turun ke jalan-jalan pada tanggal 25 Januari 2011, 30 Juni, 3 Juli dan 26 Juli 2013 untuk memenuhi revolusi sesuai dengan cara kita menginginkannya, dengan konstitusi yang menuju langkah ke negara demokrasi modern sipil,” kata Mansour.

Pidato presiden ini datang sehari setelah Menteri Pertahanan Mesir, Abdul-Fattah El-Sisi, menyerukan rakyat Mesir untuk menegakkan tugas nasional mereka dengan memberikan suara dalam referendum rancangan konstitusi.

Syaikh Qaradhawi Desak Rakyat Mesir Boikot Referendum Konstitusi

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi menyerukan kepada rakyat Mesir untuk memboikot referendum revisi konstitusi Mesir 2012.

Dalam sebuah pernyataan, Al-Qaradhawi menegaskan bahwa ikut berpartisipasi dalam referendum – dijadwalkan berlangsung pada 14-15 Januari 2014 – sama artinya dengan berkolaborasi dengan pemerintah yang didukung militer Mesir dalam tindakan agresi dan kejahatan.

Al-Qaradhawi, presiden persatuan Ulama Muslim internasional, telah berulang kali mengkritik penggulingan militer Mesir terhadap Muhammad Mursi sebagai presiden sah negara itu dan ia juga sering mengkritik penguasa baru Mesir yang didukung militer.

Mengecam konstitusi Mesir yang sudah direvisi sebagai “tidak sah,” Al-Qaradhawi mengatakan draft konstitusi baru hanya bertujuan untuk memperkuat penguasa militer Mesir.

Pernyataan Al-Qaradhawi ini datang satu hari sebelum ekspatriat Mesir yang tinggal di luar negeri akan mulai memberikan suara mereka  di kedutaan dan konsulat Mesir di seluruh dunia.

Aliansi Nasional untuk Pertahanan Legitimasi pro Mursi, untuk bagian ini telah mengumumkan bahwa mereka akan menggelar aksi demo di luar misi diplomatik Mesir untuk menyampaikan penolakan terhadap rancangan konstitusi baru Mesir. [islampos/worldbulletin/duniaterkini.com]

Korban Tewas Paca Mursi Lebih Banyak Dibanding Revolusi 2011

Beberapa kelompok hak asasi manusia Mesir pada hari Sabtu kemarin (4/1/2014) menyatakan bahwa jumlah korban tewas dalam kekerasan politik di musim panas setelah penggulingan Presiden Muhammad Mursi dua kali lipat lebih banyak dari korban tewas dalam aksi protes untuk menggulingkan Hosni Mubarak.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh kelompok HAM, total 2.665 orang tewas antara Juli hingga Oktober 2013 dalam insiden kekerasan di Mesir.

Jumlah itu termasuk 2.273 orang tewas pada peristiwa politik, dalam bentrokan sektarian 32 orang, 3 orang dalam protes sosial, 62 orang tewas dalam tahanan pihak berwenang, 16 orang tewas karena penggunaan kekerasan berlebihan dari aparat keamanan, 200 tewas dalam serangan teroris, 18 tewas selama tindakan keras keamanan dan 61 orang tewas karena kelalaian dari pihak berwenang.

Mereka yang tewas juga termasuk 11 wartawan, 8 dokter, 51 wanita, 118 anak-anak di bawah umur, 211 pelajar, 174 polisi, dan 70 personil militer.

Laporan tersebut, yang ditandatangani oleh 14 kelompok HAM Mesir dan dipublikasikan pada konferensi pers pada hari Sabtu kemarin, berpendapat bahwa pemerintah saat ini, yang menggantikan Muhammad Mursi setelah kejatuhannya pada bulan Juli, terus melanjutkan taktik pemerintah sebelumnya.

Laporan itu memperkirakan jumlah mereka yang tewas selama protes 2011 yang menyebabkan pengusiran Hosni Mubarak sebanyak 1.075 dua kali lipat dari jumlah korban tewas pasca pengusiran Mursi.

[fq/islampos/alahram/duniaterkini.com]

Rasa Takut Jadi Alasan Tentara Israel Tangkapi Anak-anak Palestina

Kepala Departemen Sensus Palestina, Abdul-Nasser Farawna, mengatakan Israel sengaja menargetkan anak muda Palestina, termasuk anak-anak. Itu karena mereka adalah inti dari masyarakat dan faktor yang bergerak.

Mantan tahanan politik itu menambahkan Israel takut kepada pemuda Palestina karena kesabaran dan ketekunan mereka untuk berjuang mencapai pembebasan dan kemerdekaan.

"Inilah sebabnya mengapa penangkapan terhadap pemuda dan anak-anak meningkat. Mereka dipenjara, disiksa, dilecehkan dan diintimidasi," kata Farawna seperti dikutip Mirajnews. Farawna menambahkan bahwa sebanyak 931 anak-anak diculik dan ditawan dari berbagai daerah di Tepi Barat dan Yerusalem yang dijajah. Terjadi peningkatan sekitar 5,7 % jumlah anak-anak yang diculik oleh tentara pada 2012 dan 37,5 % meningkat dibandingkan dengan 2011.

"Fakta pelanggaran yang paling serius dengan menculik anak-anak lalu dipukuli dan disiksa selama interogasi," jelasnya.

Farawna menyatakan mereka dipermalukan dan mengalami penyiksaan fisik serta emosional. "Penderitaan semua orang Palestina yang diculik, terutama anak-anak, mulai saat penangkapan yang dilakukan oleh puluhan tentara bersenjata. Para tentara itu menyerang rumah mereka, memukul dan menendang mereka di depan keluarga mereka," tegasnya.

Ia menambahkan pelanggaran juga mencakup penyerangan anggota keluarga. Mereka kemudian diborgol, ditutup matanya dan ditempatkan ke dalam jip militer di mana mereka sering dipukuli sebelum diseret ke fasilitas interogasi di kamp-kamp militer atau pemukiman.

Pria Saudi Beristri Empat Ceraikan Salah Satu Istrinya Supaya Bisa Menikah Lagi

Entah apa yang di benak Abu Abdullah Al Dousari, seorang pria asal Saudi ini. Walaupun sudah mempunyai empat orang istri, ia ternyata masih berkeinginan untuk menikah lagi.

Wal hasil, Al Dausari mengambil jalan yang menuai banyak kecaman dari berbagai pihak: menceraikan salah satu istrinya dengan imbalan 20.000 riyal atau setara dengan hanya lima puluh juta rupiah!

Istri yang diceraikan itu mengatakan bahwa dia rela menerima perceraian dengan alasan dia lebih tua daripada suaminya. Pun demikian, si lelaki masih mengizinkan istri yang dicerainya itu tinggal bersama anak dan cucunya di rumah besar mereka di kota Wadi Al Dawasir, Saudi bagian selatan.

“Saya selalu berlaku adil kepada istri-istri saya. Ketika istri kedua setuju untuk bercerai, saya memberikan dia uang 20 ribu riyal. Saya sangat menghormati dia dan dia akan selalu diterima di rumahnya di sini,” demikian kata Al Dousari kepada harian Sabq. Tidak disebutkan berapa usia Al Dousari atau berapa banyak anak  yang ia miliki. [emirate247/duniaterkini.com]

Dua Tewas dalam Bentrok Polisi-Mahasiswa di Mesir

Dua orang tewas pada Rabu (1/1) dalam bentrokan antara polisi Mesir dan para mahasiswa pendukung presiden terguling Muhammad Mursi yang memprotes penguasa yang dilantik militer, kata pejabat keamanan.

Koalisi pro-Mursi yang telah menyerukan aksi mogok nasional, menegaskan dua demonstran telah dibunuh. Salah satu dari mereka ditembak di kepala, kata para pejabat keamanan.

Televisi negara melaporkan bahwa polisi juga ditembak di dalam bentrokan, tetapi kini dalam kondisi stabil. Polisi mengatakan mereka hanya menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes dekat kementerian pertahanan dan menuduh kubu Islam menggunakan senjata.

Namun, menurut laporan AFP yang dikutip Kamis (2/1), aliansi pro-Mursi dalam sebuah pernyataan menuduh penguasa membunuh dua orang dan melukai tiga lainnya. Ikhwanul Muslimin ditetapkan sebagai teroris yang pekan lalu oleh otoritas dituduh melakukan pemboman ibu kota utara. Ikhawnul Muslimin membantah tuduhan itu.

Polisi juga menembakkan gas air mata pada protes mahasiswa pro-Mursi di Kota Zagazig, Delta Nil, kota asal pemimpin terguling itu, kata para pejabat keamanan. Mahasiswa pro-Mursi telah menggelar demonstrasi di universitas di Mesir, dan Rabu pagi Aliansi Anti-Kudeta pro-Mursi menyerukan lebih banyak protes.

"Karena mogok mahasiswa berhasil membuat gemetar seluruh sudut rezim kudeta, koalisi partai, gerakan-gerakan dan kelompok-kelompok pembela demokrasi di Mesir menyerukan untuk secara bertahap, menentukan mogok nasional," katanya.

Polisi menyita pers bawah tanah di kota Mediterania, Alexandria, karena diduga mencetak selebaran-selebaran untuk pasukan keamanan, kata petugas keamanan. Dua orang di antaranya ditangkap. Tudingan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris diduga akan menyebabkan hukuman-hukuman keras yang dijatuhkan.

[rol/duniaterkini.com]

Tiga Wartawan Al Jazeera Ditangkap Aparat Mesir

Tiga Wartawan Al Jazeera ditangkap aparat Mesir. Kementerian Dalam Negeri Mesir berdalih ketiganya mengadakan pertemuan dengan anggota kelompok Ikhwanul Muslimin, yang minggu lalu dinyatakan sebagai organisasi teroris. Sebuah tuduhan yang dilakukan untuk mematikan gerakan politik Ikhwan.


BBC mendapat informasi bahwa dua diantaranya adalah kepala biro Al Jazeera siaran bahasa Inggris di Kairo yaitu Mohamed Fadel Fahmy dan juru kamera Mohamed Fawzy, serta seorang koresponden.

Pemerintah Mesir mengatakan Al Jazeera menyiarkan pemberitaan yang mengancam keamanan nasional.

Semua kamera serta peralatan rekaman lainnya juga disita dari sebuah hotel di kota Kairo.

“Terlalu Dekat”

September lalu, pengadilan Mesir telah memerintahkan penutupan empat stasiun televisi termasuk Al Jazeera.

Jaringan televisi itu meliput berbagai demonstrasi yang digelar Ikhwanul Muslimin menyusul kudeta militeryang menggulingkan Presiden Mohammed Morsi pada 3 Juli. Morsi berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin.

Wartawan BBC urusan masalah Arab Sebastian Usher melaporkan bahwa Al Jazeera dan khususnya stasiun televisinya di Mesir, Mubashir Misr, dikecam oleh banyak warga Mesir yang turun ke jalan-jalan untuk menuntut pengunduran diri Mohamed Morsi.

Menurut mereka, stasiun televisi itu terlalu dekat dengan Ikhwanul Muslimin.

Pemerintahan militer Mesir pekan lalu menyatakan Ikhwanul sebagai kelompok teror setelah menuding kelompok ini melakukan serangan terhadap markas besar polisi awal pekan ini.

Wakil Perdana Menteri Hossam Eissa mengumumkan status baru Ikhwanul yang berimplikasi pada kewenangan lebih besar aparat untuk menumpas kelompok itu.

Ia mengatakan anggota, penyumbang dana, maupun simpatisannya akan dikenai sanksi.

Kini aparat Mesir gencar melakukan operasi penangkapan terhadap para anggota mau pun pendukung Ikhwanul Muslimin.

[islampos/duniaterkini.com]

Rezim Suriah Kembali Bantai 25 Orang Lewat Serangan Bom di Aleppo

Helikopter rezim Suriah menjatuhkan TNT di atas sebuah pasar sayuran dan di samping sebuah rumah sakit di utara Aleppo. Akibatnya, 25 warga termasuk anak-anak dan seorang aktivis, tewas.

Komisi Jenderal Revolusi Suriah Syrian Revolution General Commission, jaringan aktivis revolusi Suriah, menyebut pengeboman di distrik Tareeq al-Bab, Sabtu (28/12), sebagai pembantaian.

Mereka melihat serangan itu menargetkan keramaian pasar. Selain korban tewas, sebuah gedung pun ambruk dan beberapa rusak. Rezim Presiden Bashar al-Assad tak henti menyerang Aleppo melalui jalur udara sejak 15 Desember 15. Levih dari 400 warga sipik tewas.

Pesawat tempur dikerahkan meluncurkan roket. Helikopter juga menjatuhkan bom di wilayah pemukiman oposisi yang bercampur dengan warga.

''Berada di garis depan kinj lebih aman dibanding berada di area sipil,'' seorang pejuang oposisi di Aleppo, Adel Festok seperti yang dikutip Al Jazeera.

Perang di Suriah pecah setelah rezim Assad melakukan serangan brutal melawan oposisi saat keinginan revolusi semakin kuat. Pertempuran kubu Assad dan oposisi, yang telah berlangsung lebih dari dua tahun, menewakan lebih dari 100 ribu orang. [rol/duniaterkini.com]

Dua Mahasiswa Tewas dalam Bentrok di Universitas Al Azhar

Dua mahasiswa tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan terbaru antara pasukan keamanan Mesir dan demonstran mahasiswa di Universitas Al-Azhar Sabtu kemarin (28/12/2013).

Bentrokan pecah setelah ratusan mahasiswa menggelar aksi protes menentang pemerintah yang didukung militer.

Pejabat Polisi mengatakan para mahasiswa telah membakar salah satu ruang Fakultas. Namun, mahassiswa membantah telah melakukan pembakaran itu.

Aksi protes anti pemerintah terbaru sedang berlangsung di Mesir, sehari setelah bentrokan mematikan antara polisi dan demonstran yang menewaskan beberapa orang terjadi di seluruh negara Afrika Utara tersebut.

Pada hari Jumat sebelumnya, 9 orang tewas ketika polisi menembakkan gas air mata dan senapan ke arah demonstran.

Oposisi Aliansi Anti kudeta, yang dipimpin oleh Ikhwanul Muslimin, kini telah menyerukan tujuh hari aksi protes jalanan.

Seruan itu terjadi hanya satu hari setelah pemerintah sementara menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.

Suami Bunuh Diri Setelah Tembak Istrinya di Arab Saudi

Tragedi mengenaskan menimpa sebuah keluarga di Saudi. Seorang suami, yang diyakini mengalami gangguan mental, tega menembak istrinya sebelum membunuh dirinya sendiri di dalam mobilnya. Tak hanya itu, dua anak perempuan kecilnya pun mati lemas di dalam mobil yang telah terkunci sebelum ia melakukan kejahatan.

Polisi setempat mengatakan bahwa seorang pria telah membawa istri dan dua anak perempuannya yang berusia 2 dan 3 tahun, untuk melakukan perjalanan dengan mobil. Pria itu berangkat dari rumahnya di daerah selatan pelabuhan Saudi, al-Qunfudah pada Kamis (26/12/2013) malam, sebelum akhirnya berhenti di daerah gurun yang berjarak hampir satu km dari jalan utama.

Pelaku kemudian mengunci mobil dan menembak istrinya, sebelum ia menembakkan peluru ke kepalanya. Kedua putrinya, yang berada di kursi belakang, meninggal karena asfiksia (mati lemas akibat kekurangan oksigen).

“Seorang pria yang kebetulan melewati daerah TKP menemukan sebuah mobil dan melihat empat mayat di dalamnya. Setelah itu, ia segera menelepon polisi,” tulis harian Okaz.

[sm/islampos/okz/duniaterkini.com]

Mesir: Penjara 5 Tahun Bagi Warga yang Berdemo Bersama Ikhwan

Kementrian Dalam Negeri Mesir mengancam para pengunjuk rasa anti-pemerintah dengan hukuman penjara, di tengah laporan bahwa pasukan keamanan telah menangkap lebih dari 200 aktivis.

Juru bicara kementerian, Hany Abdel Latif, mengatakan pada Kamis kemarin (26/12/2013) bahwa demonstran yang menghadiri demonstrasi yang disponsori oleh Ikhwanul Muslimin akan dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Dia mengatakan hukuman juga akan berlaku kepada mereka yang dalam cara apapun berhubungan dengan Ikhwan.

Sementara itu, Koalisi Nasional untuk Mendukung Legitimasi pro Mursi, mengatakan polisi telah menahan lebih dari 200 aktivis anti-pemerintah.

Laporan menunjukkan bahwa pasukan keamanan juga telah menahan setidaknya 16 pendukung Ikhwan – di antara mereka adalah mantan anggota parlemen dan putra seorang wakil pemimpin Ikhwan – di provinsi Sl-Sharqiyah.

Penangkapan ini datang satu hari setelah Kairo menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok “teroris” dan melarang semua kegiatannya atas dugaan keterlibatan dalam serangan bom mematikan di Mansoura pada Selasa lalu.

[islampos/duniaterkini.com]

Skandal Korupsi Dorong Reshuffle Kabinet Turki

PM Turki Recep Tayyip Erdogan merombak kabinet setelah tiga menteri senior mundur menyusul penyidikan kasus korupsi dan suap yang menarget para sekutu Erdogan dan menggoyangkan pemerintahannya.

Seperti dikutip dari Deutsche Welle, Erdogan mengganti hampir separuh anggota kabinetnya. Sebelumnya Menteri Ekonomi Zafer Caglayan, Menteri Dalam Negeri Muammer Guler dan Menteri Lingkungan dan Perencanaan Kota Erdogan Bayraktar, menyatakan mundur. Anak-anak lelaki dari tiga menteri tersebut telah ditangkap sebagai bagian dari penyidikan kasus korupsi. Ketiganya mengaku tidak bersalah.

Perdana menteri Turki itu juga mengganti menteri urusan Uni Eropa, Egemen Bagis yang juga dituding tersangkut kasus korupsi dan namun belum dituduh secara resmi dan belum mengundurkan diri.

Seluruhnya, Erdogan mengganti 10 menteri, termasuk tiga diantaranya yang akan ikut serta dalam pemilihan umum bulan Maret mendatang.

Tantangan politik terbesar
Erdogan menuduh penyidikan itu sebagai sebuah plot oleh kekuatan asing dan domestik untuk menghancurkan kesejahteraan negaranya dan menodai pemerintahannya menjelang pemilu. Pemerintahan Erdogan telah memenangkan tiga pemilu sejak tahun 2002 berbekal janji penguatan ekonomi dan memerangi korupsi.

Para pakar berasumsi penyidikan kasus korupsi merupakan puncak dari perebutan kekuasaan antara Erdogan dengan ulama Muslim yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Pendukung Gulen diyakini memiliki hubungan dekat dengan petinggi kepolisian dan peradilan Turki. Kedua sosok berpengaruh tersebut, tanpa menyebut nama satu sama lain, telah terlibat perang mulut sejak penyidikan korupsi dimulai 17 Desember lalu.

Gulen menampik bahwa dirinya ikut campur dalam penyidikan. Ia meninggalkan Turki tahun 1999 setelah dituding merencanakan pendirian negara Islam oleh pemerintahan sekuler saat itu. Tudingan tersebut akhirnya dicabut dan ia diperbolehkan pulang ke Turki, namun ia tidak pernah kembali dan saat ini tinggal di Pennsylvania.

Harus ikut mundur

Sementara di Istanbul, polisi bentrok dengan ratusan demonstran yang menuntut pembubaran pemerintahan Erdogan.

24 orang telah ditangkap atas tuduhan suap dan korupsi seputar bank milik negara Halkbank. Laporan media menyebutkan polisi telah menyita uang tunai senilai 4,5 juta Dolar yang disimpan dalam kotak sepatu di rumah CEO Halkbank. Dan lebih dari 1 juta Dolar uang tunai dilaporkan ditemukan di rumah anak lelaki Menteri Dalam Negeri Muammer Guler.

Setelah mundur hari Rabu (25/12/13), Menteri Ekonomi Zafer Caglayan mempertanyakan legitimasi penyidikan yang fokus pada dugaan transfer uang secara ilegal ke Iran dan tuduhan suap untuk proyek-proyek konstruksi.

Menteri Lingkungan dan Perencanaan Kota Erdogan Bayraktar menepis segala tuduhan, dan mengaku dirinya ditekan oleh Erdogan untuk mundur dan menegaskan bahwa sebagian besar proyek konstruksi yang tengah disidik telah mendapat persetujuan sang perdana menteri.

“Saya ingin mengungkapkan keyakinan saya bahwa bapak perdana menteri yang terhormat juga harus ikut mundur,” pinta Bayraktar.

Konspirasi asing

Erdogan menjaga jarak dengan para menteri yang mengundurkan diri seraya menekankan bahwa partainya bertekad untuk memerangi korupsi. Namun ia juga berulang kali mengklaim pemerintahannya menjadi target plot internasional.

Pekan lalu, Erdogan mengancam untuk mengusir sejumlah duta besar dari Turki setelah empat surat kabar pro-pemerintah menuduh Duta Besar Amerika Serikat Francis J. Ricciardone tengah memasak skema melawan pemerintah.

Harian Sabah, hari Rabu kembali mengklaim bahwa seorang diplomat Amerika telah mendesak sebuah kelompok bisnis untuk bergabung dengan sebuah ‘lobi anti-pemerintah.’

“Segala tudingan yang menarget para pegawai Kedutaan Besar Amerika Serikat yang diterbitkan di beberapa media tidak mencerminkan kebenaran,” jawab kedutaan.

Sumber: kiblat.net

Erdogan Enggan Mundur

Tak terlihat adanya tanda Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan bakal mundur dari jabatannya. Meski pun massa antipemerintah dan mantan menteri lingkungan Erdogan Bayraktar memintanya turun.

Korupsi dengan cepat menjadi tantangan bagi pemerintahan Erdogan. Ia menyebut skandal ini sebagai 'operasi kotor' yang menggerogoti pemerintahan dan menghambat kemajuan Turki.

Aljazeera melansir, pemerintah Turki mengganti puluhan pejabat kepolisian, termasuk Kepala Kepolisian Ankara. Tindakan itu diambil beberapa jam setelah hasil investigasi keluar dan menyatakan keterlibatan mereka dalam kasus korupsi. Erdogan mengatakan, para petinggi kepolisian itu menyalahgunakan wewenang mereka.

Investigasi diyakini berkaitan dengan ketegangan yang terjadi antara gerakan yang dibentuk tokoh Turki yang menetap di AS Fethullah Gulen dan partai AKP yang menjadi basis politik Erdogan. Gulen pernah menjadi salah satu tokoh di AKP dan membantu dalam tiga pemilu sejak 2002.

Ketegangan yang terjadi dan terus meningkat beberapa bulan terakhir juga dikaitkan dengan rencana pemerintah untuk menghapus sekolah dasar swasta. Gulen diketahui memiliki jaringan yang kuat atas sekolah semacam itu.

Baru-baru ini Erdogan juga mengatakan dalang di balik kasus korupsi tingkat tinggi ini ingin mendirikan negara dalam negara. Kalimat itu ditujukan kepada loyalis Gulen yang memiliki pengaruh di kehakiman dan kepolisian.

[rol/duniaterkini.com]

Drone AS di Waziristan Pakistan Tewaskan 4 Orang

Setidaknya empat orang tewas setelah pesawat tak berawak (drone) AS menembakkan dua rudal di sebuah bangunan di Waziristan Utara, Pakistan.

Serangan itu dilakukan pada hari Rabu kemarin (25/12/2013) di desa Qutab Khel dekat kota Miranshah.

Para pejabat keamanan Pakistan mengkonfirmasi serangan yang juga melukai satu orang. Mayat keempat orang yang tewas belum bisa diidentifikasi.

Wilayah kesukuan Pakistan diserang oleh pesawat tak berawak AS secara teratur, di mana Washington mengklaim bahwa militan adalah target serangan. Namun, jumlah korban jelas menunjukkan bahwa warga sipil adalah korban utama dari serangan itu.

Masalah ini telah lama menjadi sumber gesekan antara Islamabad dan Washington. Para pejabat senior Pakistan telah berulang kali mengatakan bahwa serangan melanggar kedaulatan negara mereka.

Pada tanggal 14 Desember, sebuah pesawat tak berawak AS menyerang sebuah perahu di sungai di barat laut provinsi Khyber Pakhtunkhwa, menyebabkan sejumlah orang tewas.

Pada hari Selasa sebelumnya, Wakil Tetap Pakistan untuk PBB mengatakan bahwa serangan pesawat tak berawak AS di wilayah Pakistan telah memicu kemarahan Islamabad terhadap Washington.

“Serangan telag menyulut kemarahan dan sentimen melawan Amerika Serikat dan pemerintah Pakistan menyatakan serangan tersebut melanggar hukum internasional,” kata Masood Khan. 

[fq/islampos/prtv/duniaterkini.com]

Mesir Secara Resmi Tunjuk Ikhwan sebagai Kelompok Teroris

Rezim Mesir yang didukung militer telah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi “teroris”, sebuah langkah yang memberikan otoritas kebebasan yang lebih besar untuk menindak keras kelompok tersebut.

Hossam Eissa, wakil perdana menteri pemerintah interim, mengumumkan keputusannya pada Rabu (25/12/2013) malam setelah rapat kabinet.

“Kabinet telah menyatakan Ikhwanul Muslimin dan organisasinya sebagai organisasi ‘teroris’,” klaimnya seperti dilaporkan Al Jazeera.

Pengumuman tersebut datang sehari setelah serangan bom mematikan di luar markas polisi di kota Mansoura.  Empat belas orang tewas dalam ledakan itu dan lebih dari 150 lainnya terluka.

Kelompok Mujahidin yang berbasis di Sinai, Anshar Baitul Maqdis mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan online pada Rabu (25/12).

Menurut pemerintah yang didukung militer, Ikhwanul Muslimin merupakan penyebab Mesir berada dalam kekacauan dan kekerasan.

“Mesir telah mengalami kriminalitas terburuk yang dilakukan oleh Ikhwanul Muslimin,” klaim Eissa.  “Ini adalah deklarasi jelas dari (kelompok) yang tidak mengetahui apa-apa hanya kekerasan sejak awal.”

Ikhwanul Muslimin telah melakukan protes hampir setiap hari sejak Muhammad Mursi digulingkan dari kursi kekuasaan melalui kudeta militer pada awal Juli lalu.  Protes terus meluas dan ditanggapi dengan keras oleh militer dan polisi junta Mesir.  Ribuan anggota Ikhwanul Muslimin tewas dan dipenjara sejak itu.

Pada bulan September, pengadilan memerintahkan pelarangan Ikhwanul Muslimin Mesir dan menyita aset mereka, keputusan yang mendapat perlawanan banding di bulan November.

Keputusan pada Rabu, merupakan langkah pemerintah untuk menindak IM lebih keras.  Di bawah hukum pidana Mesir, anggota IM kini bisa menghadapi hingga lima tahun penjara hanya karena menjadi anggota kelompok.

Al-Azhar Pecat Qardhawi dari Keanggotaan Akademi Riset Islam

Akademi Riset Islam Al-Azhar pada Rabu kemarin (25/12/2013) memecat ulama terkemuka Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi dari lembaga tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, akademi mengatakan Qaradhawi telah diberhentikan karena rujukannya ke pengadilan pidana, melanggar ideologi Al-Azhar dan mengeluarkan fatwa yang menghasut untuk melawan lembaga negara.

Pekan lalu, pemerintah Mesir menuntut Qaradhawi, bersama dengan 129 orang lainnya, termasuk presiden terguling Muhammad Mursi, ke pengadilan pidana untuk menghadapi tuduhan melakukan kejahatan.

Anggota akademi Muhammad al-Shahat mengatakan keputusan untuk memberhentikan Qaradhawi diambil dengan suara bulat karena posisi terakhirnya menentang Al-Azhar dan Mesir tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pada hari Sabtu lalu, Qaradhawi, presiden persatuan ulama Muslim internasional, telah mengajukan pengunduran dirinya dari akademi yang berisi 50-anggota.

“Saya mengajukan pengunduran diri saya dari Akademi Penelitian Islam kepada rakyat Mesir,” tulis isi surat pengunduran dirinya. “Saya tidak membutuhkan keanggotaan dalam lembaga yang lemah ini.”

Qardhawi mengecam kegagalan akademi untuk mengutuk apa yang ia sebut “pembantaian brutal” yang dilakukan oleh jenderal kudeta (As-Sisi) terhadap rakyat Mesir.

“Akademi tidak mengeluarkan pernyataan, atau fatwa tentang apa yang sudah terjadi,” ujarnya.
Awal bulan ini, Qaradhawi mengundurkan diri dari Dewan Ulama Al-Azhar untuk memprotes dukungan Imam besar Al-Azhar Ahmad Thayyib terhadap penggulingan Mursi oleh militer.

Dalam surat pengunduran dirinya, Qaradhawi mengatakan ia ingin mendaftarkan posisi yang diambil oleh para ulama yang independen.

Ulama terkemuka itu melanjutkan dengan menegaskan bahwa jabatan Imam besar Al-Azhar telah dirampas oleh kudeta militer.

Ulama yang tinggal di Qatar ini telah berulang kali mengkritik kudeta militer dan mengecam penguasa baru yang didukung militer Mesir. [fq/islampos/worldbulletin/duniaterkini.com]

Anak Korban Serangan Udara Israel Dikuburkan

Warga Palestina di Gaza telah mengadakan upacara berkabung setelah pemakaman seorang bocah perempuan berusia tiga tahun tewas yang tewas dalam serangan udara Israel Selasa malam lalu di wilayah tersebut.

Pada hari Rabu kemarin (25/2/2013), ribuan orang berkumpul untuk menguburkan Hala Abu Sabakha yang tewas dalam pemboman Israel pada hari Selasa sebelumnya.

Sabakha dan warga Palestina lainnya tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka ketika pesawat tempur Israel menggempur beberapa wilayah di Jalur Gaza yang terkepung.

Serangan itu terjadi tak lama setelah sniper Palestina menembak mati tentara Israel di sepanjang pagar perbatasan di Jalur Gaza utara.

Insiden ini tampaknya sebagai pembalasan atas pembunuhan baru-baru ini di Gaza Palestina oleh pasukan Israel. [fq/israel/prtv/duniaterkini.com]

Arab Saudi: Al-Quran Ditemukan di dalam Got

Otoritas keaman Taif Arab Saudi (14/12) melakukan penyelidikan setelah ditemukan Al Quran didalam got oleh seorang anak kecil sehari sebelumnya.

Juru bicara resmi polisi Taif, Kapten Salim al-Rubaie menuturkan akan melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. Pihaknya akan menemukan pelaku untuk dihukum atas perbuatannya yang tidak menghormati dan menghina Al Quran.

Menurut saksi mata, kejadian bermula ketika seorang anak kecil berusia 10 tahun melihat ada Al-Quran di saluran got. Sang anak menemui ayahnya dan mengatakan kepadanya apa yang ia lihat. Kemudian sang ayah melihanya dan melaporkan kejadian tersebut kepolisi setempat.

Setelah mendapat laporan, pihak berwenang membuka penutup pipa got. Ditemukan 50 salinan Al-Quran di dalamnya, dan semua al-Quran dicetak oleh Komplek Percetakan Al Quran King Fahd di Madinah. Petugas menggunakan tank penyedot untuk mengangkat al Quran dari dalam got. [duniaterkini.com]

Sumber: www.alwatan.com.sa

Selama Tahun 2013, 3874 Muslim Palestina Ditangkap oleh Israel

Senin (23/12/13) menurut laporan Departemen Statistik di Departemen Tahanan Otoritas Palestina, tentara zionis Isreal telah menangkap 3874 warga Palestina selama tahun 2013.

Data statistik yang diterima qudspress menunjukkan, tak ada satu hari pun lewat melainkan tercatat penangkapan warga Palestina oleh Aparat Israel. Terhitung rata-rata per bulan penangkapan berjumlah 323,yaitu sekitar 11 orang yang ditangkap per hari.

Data statistik itu menjelaskan bahwa persentase pengkapan pada tahun 2013 tidak bertambah siginifikan dibandingkan persentase tahun 2011 ke 2012,  yaitu bertambah 17%. Dari 3799 tahanan, mayoritas (persentase 98%) berasal dari daerah-daerah Tepi Barat dan Yerusalem. Sedangkan 75 tahanan berasal dari Jalur Gaza.

[usamah/quds/voaislam/duniaterkini.com]

Israel Panik Saat Dihantam Roket Latihan Hamas

Sebuah roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza yang dikuasai Hamas pada Senin pagi menghantam Israel selatan.

Namun tidak ada korban atau kerusakan, kata polisi. Aksi ini sontak membuat panik pihak Israel. Padahal. bom yang menghantam Israel itu hanya jadi bagian kecil dari latihan militer Hamas.

"Tim penjinak bom menemukan "roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza di sebuah daerah dekat kota Ashkelon," kata juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld.

Menurut polisi, roket itu menghantam lokasi di dekat tempat perhentian bis. Beberapa saksi mengatakan, pejuang Hamas menembakkan sejumlah roket sebagai bagian dari pelatihan yang berlangsung pada hari itu di Gaza.

Beberapa roket lain jatuh di wilayah perairan Mesir. Para pejabat Hamas menolak mengkonfirmasi atau membantah laporan tersebut.

Pada akhir pekan, pasukan Israel menembak mati seorang Palestina dan melukai empat orang lain, setelah pejuang Palestina menembakkan sebuah mortir yang menghantam Israel selatan, melemparkan batu dan berusaha menerobos perbatasan.

Dalam insiden terpisah, seorang warga Gaza cedera akibat tembakan Israel setelah mendekati pagar keamanan di sepanjang perbatasan. Insiden mematikan terakhir di Gaza terjadi pada 1 November ketika empat pejuang Hamas tewas dan lima prajurit Israel cedera selama operasi militer untuk menghancurkan sebuah terowongan Gaza-Israel. [rol/duniaterkini.com]
 
Copyright © 2015. Muslim Magazine.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Distributed By Kaizen Template Powered by Blogger.
Creative Commons License