Tampilkan postingan dengan label Berita Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Teknologi. Tampilkan semua postingan

Remaja Eropa Mulai Meninggalkan Facebook

Facebook dinilai telah kehilangan daya tarik bagi remaja di Benua Eropa. Menurut suatu penelitian terbaru, jejaring sosial ciptaan Mark Zuckerberg tersebut  sudah mulai ditinggalkan. Alasannya: karena semakin banyak orang tua menggunakan media sosial itu untuk memantau anak mereka.

Ya, para peneliti, seperti dikutip mailonline, mengatakan anak-anak sekarang menganggap Facebook "tidak oke" dan malu mengunggah keintiman karena khawatir ketahuan orang tua.

Penelitian itu mendalami kebiasaan online remaja di delapan negara Eropa termasuk Inggris. Ternyata banyak remaja pengguna Facebook beralih  ke alternatif seperti Snapchat dan WhatsApp.

Profesor Daniel Miller dari University College London, yang bekerja di Global Media Social Impact Study , mengatakan anak-anak Inggris "bahkan malu jika dihubungkan dengan Facebook".

Dia mengatakan "kaum muda berbondong-bondong menggunakan media sosial lain padahal orang tua mereka terus menggunakan Facebook." Profesor Miller mengatakan remaja sekarang menganggap Facebook "sangat tidak keren".

"Muda dan bebas itu dinilai percuma kalau orang tua dapat mengakses setiap tingkah laku kita. Kaum muda sangat peduli gaya dan status sebaya mereka, sehingga Facebook tidak keren lagi."

"Kalau dulu orang tua khawatir tentang anak-anak mereka bergabung dengan Facebook, kini mereka bersikeras supaya anak-anak tetap menggunakan Facebook," kata Millier.

Namun, studi tersebut menemukan sebagian besar remaja tetap menggunakan Facebook untuk kontak dengan kakaknya atau saudara yang tidak serumah lagi.

Penelitian yang didanai oleh Uni Eropa itu mencermati perilaku remaja usia  16 sampai 18 tahun selama 15 bulan.

ITS Ciptakan Alat Peringatan Gempa Lewat SMS

Mahasiswa ITS Surabaya menciptakan "software" untuk alat peringatan dini terjadinya gempa yang menimpa bangunan berstruktur beton dan peringatan itu disebarkan secara cepat lewat SMS (short message service/pesan singkat) kepada masyarakat.

"Software itu tidak hanya mampu mendeteksi gempa lebih awal untuk mengurangi korban Jiwa dan materi, tetapi juga langsung memberikan peringatan cepat kepada masyarakat melalui SMS," kata mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITS Surabaya Robiy Ul Ars Al-Maliki di Surabaya, Jumat.

Ia menceritakan alat yang merupakan karya Tugas Akhir (TA) berjudul "Aplikasi Sistem Peringatan Dini pada Komponen Struktur Beton" itu dibuat untuk bangunan berstruktur beton, seperti gedung atau jembatan.

"Alat itu menggunakan sensor straingauge untuk mendeteksi keretakan beton," katanya saat mendemonstrasikan alatnya di Laboratorium Struktur Jurusan Teknik Sipil ITS Surabaya.

"Sensor straingauge" sendiri merupakan sensor yang digunakan membaca seberapa besar perpindahan yang terjadi pada material bangunan.

"Data yang diterima oleh sensor tersebut akan di-record menggunakan alat yang bernama Data Logger, sebuah alat penghitung kondisi bangunan yang dipengaruhi oleh lingkungan, khususnya beban," katanya.

Data yang terekam oleh Data Logger tersebut akan otomatis terekam ke software yang dibuatnya itu. "Sofware itu yang akan menentukan antisipasi apa yang harus dilakukan oleh pihak yang berkaitan dengan permasalahan tersebut dan juga masyarakat sekitar," katanya.

Didampingi salah satu dosen yang ikut mengembangkan software itu, Nisfu Asrul Sani SKom MSc, ia mencontohkan di suatu apartemen ada indikasi terjadinya gempa berbahaya, maka akan disampaikan kepada para penghuni apartemen melalui SMS untuk menyelamatkan diri.

"Untuk kepentingan itu, masyarakat yang berada di wilayah terjadinya gempa harus melakukan register untuk mempermudah pengiriman SMS oleh software. Kalau tempat-tempat umum seperti itu pasti sudah ada pendataan, sehingga tidak sulit untuk memprogram nomor handphone siapa saja yang akan dikirimi SMS," katanya.

Untuk jembatan, pesan peringatan langsung dikirim ke pemerintah untuk dapat mengambil kebijakan dengan cepat untuk meminimalkan korban.

"Nantinya, kami juga bekerja sama dengan perusahaan provider untuk menyampaikan pesan peringatan ini," katanya.

Menurut Nisfu Asrul Sani yang merupakan dosen Jurusan Sistem Informasi itu, alat yang digunakan gedung dan jembatan itu berbeda.

"Gedung menggunakan alat sensor yang disebut akselerometer yang harus diletakkan di bagian atas atau atap bangunan, sedangkan jembatan menggunakan Lateral Vertical Displacement Transducer (LVDT) yang dipasang pada besi maupun beton yang tepat di tengah bentang jembatan," katanya.

Posisi pemasangan sensor tersebut memperhitungkan "moment ultimate" (besar perpindahan terbesar) yang terjadi pada benda. "Kalau gedung yang lebih mudah goyah kan bagian tertingginya, karena itu alat dipasang di atap. Kalau jembatan itu titik beratnya ada di tengah, lendutan terbesarnya ada di bagian tengah," katanya.

Robiy menambahkan ide TA itu muncul dari inisiasi dua dosennya, yakni Dr Ir Amien Widodo MS dan Data Iranata PhD. "Dari situ, saya coba eksekusi melalui tugas akhir saya, tapi karena merupakan hasil karya baru, maka alat dan software itu belum memiliki nama," katanya.

Namun, Data Iranata mengungkapkan alat itu akan segera diberi nama untuk dipatenkan. "Untuk sekarang masih tahap uji coba dan penyempurnaan," katanya. [antaranews/duniaterkini.com]

Cara Scammer Menipu di Dunia Maya

Sepanjang tahun 2013, pengguna situs jejaring sosial mau pun layanan surat elektronik (surel) makin banyak yang diusik oleh ulah penipu (scammer).

Mereka bergerilya untuk mengincar targetnya. Scammer biasanya menggunakan layanan surel gratis atau domain yang tidak jelas.

Berbeda dengan perusahaan, biasanya menggunakan domain dengan akhiran com atau co.id, alamat website penipu setelah di klik biasanya akan tersambung ke tempat lain.

Berhati-hatilah dengan situs berakhiran org yang biasanya dimiliki sebuah organisasi. Kenali betul bentuk atau aktivitas sebuah lembaga.

Selain itu, selidiki juga IP address dari suatu website. Jika Anda menerima surel dari sebuah perusahaan atau pengusaha yang mengaku berdomisili di Inggris, cek IP address-nya. “Kalau asalnya dari negara yang berbeda, itu pasti scam,” jelas pengamat internet Judith Monique Samantha Lubis.

Scammer biasanya menggunakan bahasa-bahasa persuasif dan melebih-lebihkan ketika menawarkan proposal bisnis. Tak jarang, mereka akan menggunakan modus memohon pertolongan atau memuji korbannya sebagai salah satu investor yang beruntung.

Mereka biasanya mengungkapkan membutuhkan mitra kerja atau tambahan modal dengan iming-iming keuntungan yang menggiurkan. Jika Anda tidak pernah mengetahui perusahaan tersebut berikut peluang bermitranya, lakukan cek ulang dan observasi untuk mendapat kebenaran.

Ketika korban tertarik dan merespons surel, penipu akan menanyakan nomor ponsel dan alamat tempat tinggal korban. Scammer telah menyiapkan alamat kantor, website, serta dokumen-dokumen fiktif sudah untuk meyakinkan korban. Begitu korban terjerat, penipu akan meminta korban untuk mentransfer sejumlah uang sebagai dana investasi.

Ada pula yang berani bertatap muka secara langsung dengan korbannya. Mereka datang dengan penampilan mentereng dengan didampingi bodyguard. Tidak sedikit orang yang tertipu.

Korban kebanyakan berasal dari kalangan berpendidikan dan memiliki jabatan di sebuah perusahaan. “Nominal keuntungan yang ditawarkan membuat korban tergiur,” ujar Judith.

Selain penipuan bisnis, penipuan dengan modus ajakan menikah juga marak terjadi. Memang, bukan mustahil untuk mendapatkan jodoh dari dunia maya. Akan tetapi, bijak dan cerdaslah menanggapinya.

Ketika mengenal si pria melalui situs jejaring sosial, telusuri terlebih dulu kehidupannya melalui akunnya tersebut. Lihat profil, foto-foto, dan percakapannya dengan teman-temannya.

Ketika ada ajakan bertemu, pastikan Anda memilih tempat umum. Untuk mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan, jangan datang sendirian. Mintalah teman atau keluarga untuk menemani. “Jangan pernah mengatakan setuju menikah apabila belum mengenal latar belakang keluarga dan kehidupannya dengan detail,” saran Judith.

[rol/duniaterkini.com]

Hacker Australia: Skill Hacker Indonesia Setingkat Bocah

Hacker Australia geram akan ulah hacker Indonesia yang meretas berbagai situs 'tak bersalah' di Australia. Hacker yang mengaku Anonymous Australia membalas serangan dengan mengatakan skill hacker Indonesia masih setingkat anak-anak.

Hacker Australia diduga menyerang situs resmi Garuda Indonesia dan beberapa situs lain seperti bandara Angkasa Pura dan beberapa situs pendidikan. Dalam serangannya tersebut hacker yang mengaku dari AnonAu, singkatan Anonymous Australia, membeberkan data-data hasil aksi hacking-nya dan menuliskan beberapa pesan untuk para hacker yang tergabung dalam Anonymous Indonesia.

Melalui situs Pastebin.com, hacktivist yang mengaku dari Australia menjawab ucapan hacker Indonesia yang menganggap remeh dirinya. Hacker yang diduga berasal dari Negeri Kanguru mengatakan, aksi defacement atau mengganti halaman muka situs hanyalah peretasan yang cuma dilakukan oleh anak-anak. "Kami tak perlu untuk mengubah tampilan muka situs yang kami retas (seperti kalian), tapi kami hanya merusak sistem dan memanipulasi data-datanya," tulis pengguna yang mengaku sebagai AnonAu di Pastebin.

Lebih dari itu, para hacktivist yang ditengarai asal Australia ini pun menantang Anonymous Indonesia untuk menyerang balik sistem keamanan di bandara Australia. "Kalian bisa melakukan hal seperti yang kami lakukan? Retas sistem di bandara (negeri kami) dan jangan hanya mengubah tampilan situs yayasan sosial, gereja, dan yang tak bersalah lainnya. Tapi kami pikir kalian tak akan bisa, karena kalian hanya seorang pembual dan skill kalian seperti  anak kecil," tantang sang hacker. [okezone/duniaterkini.com]

10 Negara dengan Pengguna Twitter Aktif Tertinggi

Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa Indonesia berada di urutan kedua setelah Arab Saudi sebagai negara dengan jumlah tertinggi pengguna Twitter aktif bulanan. Penelitian oleh PeerReach telah memperingkat Arab Saudi menjadi nomor satu dengan sepertiga dari populasi negara online sebagai pengguna aktif bulanan, atau mencapai 33 persen. Kemudian Indonesia berada diurutan kedua, dimana kedua Negara ini merupakan komunitas umat Islam terbesar di dunia.

Menurut Mashable, penelitian dilakukan dengan memperhitungkan pengguna aktif akun Twitter yang mengirimkan pesan tweet. Sepuluh negara dengan pengguna Twitter aktif bulanan tertinggi adalah: 1. Arab Saudi 2. Indonesia 3. Spanyol 4. Venezuela 5. Argentina 6. UK 7. Belanda 8. Amerika Serikat 9. Jepang 10. Kolombia.

Media sosial seperti twitter, facebook, dan yang lainnya menjadi salah satu alat komunikasi yang banyak dipakai saat ini untuk menyebarkan informasi, atau sebaliknya untuk mendapatkan informasi. Namun setiap pemilik akun harus selalu berhati-hati dalam setiap mengirimkan pesan atau komentar.

Contohnya sebuah pengadilan banding Kuwait telah memberikan hukuman penjara 10 tahun terhadap seorang pengguna Twitter, Hamad al- Naqi, karena dianggap telah menyalahgunakan ponselnya untuk menyebarkan komentar yang “menghina Nabi, istri Nabi dan sahabat Nabi, serta mengejek Islam. [tomykhan/detikislam.com/duniaterkini.com]

Aksi Peretas Indonesia Serang Laman Badan Intelijen Australia

duniaterkini.com
Peretas Indonesia melakukan serangan di dunia maya terhadap Australia satu pekan terakhir. Mereka meretas laman badan intelijen Australia, ASIS, yang merupakan bentuk protes karena Australia diduga membantu Amerika Serikat menyadap Indonesia.

Para peretas yang menamakan diri 'Pasukan Indonesian Hacker' telah meretas 170 situs berdomain .co.au. Aksi ini dilakukan sejak isu penyadapan terhadap Indonesia berembus kencang pada awal November ini. Koran Australia Sydney Morning Herald mengabarkan, peretas Indonesia terus meningkatkan serangan 'balas dendam' satu pekan terakhir. Puncaknya, peretas menyerang laman ASIS.

Direktur Eksekutif Institute Indonesia ICT, Heru Sutadi, mengatakan, peretas mulai menyerang laman ASIS pada Jumat (8/11) petang. “Serangan itu membuat laman ASIS berhenti bekerja," kata dia. Selasa (12/11). Hingga Senin (11/11), laman ASIS masih tak bisa berfungsi.

Heru menjelaskan, pelaku serangan adalah jaringan aktivis dunia maya yang menamakan diri mereka Anonymous. Dia menyebutkan, pelaku utama serangan terhadap ASIS adalah Security Down Ifeam. Namun, beberapa kelompok peretas juga melakukan serangan siber, seperti The ISD Team, Indonesian Cyber Army, dan Java Cyber Army. Target utama mereka adalah situs milik Pemerintah Australia.

Fairfax Media menyatakan, kelompok-kelompok tersebut tak bisa memaafkan tindakan Australia memata-matai Indonesia. Karena itu, mereka akan melakukan serangan hingga Australia meminta maaf dan berjanji menghentikan program itu.

Serangan peretas asal Indonesia tak hanya kepada situs pemerintah. Laman urusan bisnis, perdagangan, dan pendidikan juga menjadi sasaran. Peretas Indonesia juga menyerang situs bantuan bagi anak yang mengalami kanker.

Karena itu, Anonymous Australia, jaringan peretas di Negeri Kanguru, sempat memberi peringatan pada pekan lalu. Melalui video yang diunggah ke Youtube, mereka mengingatkan peretas Indonesia untuk hanya menyerang situs pemerintah. Bahkan, Anonymous Australia siap membantu melawan pemerintah mereka yang tiran. “Kalau kalian tak setuju, maka rasakan kemarahan kami," kata Anonymous Australia.

Perang urat syaraf ini pun dikhawatirkan akan memunculkan aksi saling retas. Namun, pakar digital forensik Ruby Alamsyah mengatakan, peperangan dunia maya tidak akan terjadi.

Ruby menuturkan, pertahanan laman-laman di Indonesia memang lemah. Namun, lembaga-lembaga di Indonesia belum memanfaatkan jaringan internet untuk menyimpan data. “Jadi, apa yang mau dicuri dari database kita? Belum ada data pemerintah yang bernilai ditaruh di dunia maya," kata dia.

Selain itu, peretasan yang dilakukan peretas Indonesia belum bertaji. Pencapaian paling tinggi peretas Indonesia adalah mengubah halaman depan sebuah situs atau yang dikenal dengan istilah defacing. Menurut Ruby, tidak sulit untuk memulihkan kondisi error itu.

Kendati demikian, Kepala Cyber Crime Investigation Course Akpol Kombes Winston Tommy Watuliu berharap para peretas Indonesia menghentikan aksinya. Sebab, aksi itu bisa menyebabkan kerusakan pada laman di negara lain. “Meski hanya sebatas merusak tampilan web dan desain suatu laman situs,” kata dia.

Alumunus FBI Academy Unit Cyber Crime Amerika ini pun menyarankan agar situs-situs Indonesia segera berbenah. Peningkatan keamanan di masing-masing laman perlu ditingkatkan. [rol/duniaterkini.com]

Wikipedia Berjuang Agar Terus Dipercaya

duniaterkini.com | Wikipedia
Sekarang makin sulit saja mempercayai apa yang dibaca dalam Wikipedia karena akun-akun palsu telah memanipulasi entri-entri untuk ensiklopedia online itu demi uang dan untuk merusak kredibilitas situs tersebut.

Bulan lalu, Wikipedia mengumumkan telah memblokir 250 akun palsu (istilahnya sock-puppet) yang kerap dibuat pihak-pihak (perusahaan-perusahaan) guna menyunting artikel-artikel yang mengguntungkan mereka.

Untuk itu, Ragib Hasan pada Universitas Alabama di Birmingham dan para koleganya telah mengembangkan satu "tool" yang menganalisis bagaimana artikel-artikel ditulis dan ditempatkan jika mereka disunting oleh orang yang sama.

Salah satu kerja tersulit para editor Wikipedia dalam mengungkap akun-akun palsu itu adalah alamat IP dan penggunanya hanya bisa diakses oleh sejumlah kecil administrator dengan alasan privasi, kata Hasan.

Untuk itu para editor mesti menggantungkan diri pada pengalaman mereka sendiri dalam menentukan apakah akun-akun itu benar-benar digunakan untuk orang yang sama.

Tim Hasan ingin mengetahui apakah mereka bisa menggunakan algoritma dalam mengungkap akun-akun palsu tersebut dengan menganalisis bahasa yang mereka gunakan.

Tantangan saat menemukan kemiripan dalam gaya menulis itu adalah bahwa dalam penyuntingan Wikipedia, seperti halnya pada banyak tulisan di media sosial, artikel-artikelnya begitu pendek sehingga hanya sedikit material yang bisa dicermati, kata anggota tim Thamar Solorio.

Para editor Wikipedia mencermati catatan penyuntingan dari sekitar 600 akun palsu yang diselidiki Wikipedia. Ini digunakan sebagai material pelatihan untuk satu algoritma yang memindai sekitar 230 fitur tulisan, seperti ciri tata bahasanya.

Tim Wikipedia ini menunjukkan algoritma yang bisa memprediksi akun mana yang jadi-jadian dengan tingkat akurasi 75 persen.

"Investigasi sock-puppet menghabiskan banyak waktu para editor Wikipedia, sehingga apa pun yang bisa mengurangi beban kerja ini akan diterima," kata Hasan seperti dikutip New Scientist.

Mor Naaman pada Cornell Tech di New York menyukai kerja editor tim Wikipedia tersebut, namun menyebut algoritma-lagoritmanya mesti dibuat lebih akurat.

"Para editornya sangat menggantungkan diri pada fitur-fitur sintaktis, dan hanya menggunakan sejumlah kecil penanda linguistik lainnya, oleh karena itu ada ruang besar untuk peningkatan," kata Naaman.

Akun palsu adalah masalah terbaru yang dihadapi Wikipedia yang selama ini dikritik karena para editornya kebanyakan kulit putih, Barat dan 90 persen perempuan, demikian New Scientist. [rol/duniaterkini.com]

Senin Ini, Satelit Penelitian GOCE akan Jatuh Menabrak Bumi

Badan Antariksa Eropa atau The European Space Agency (ESA) memperkirakan, satelit penelitian GOCE mereka akan jatuh menabrak bumi pada Senin (11/11) siang atau malamnya. Namun demikian, mereka memastikan puing-puingnya tidak akan menyebabkan korban.

Seperti dilansir AP, ilmuwan ESA mengatakan 1.100 kilogram satelit tersebut telah mencapai ketinggian 170 kilometer pada Sabtu (9/11) dini hari. Ia akan terus jatuh menuju bumi membentuk jalur spiral. Setelah mencapai ketinggian 80 kilometer, satelit pengamat bumi tersebut akan pecah dan empat per lima bagiannya akan terbakar di atmosfer.

Mengenai peluang adanya korban akibat puing-puing satelit ini, ESA telah membuat perhitungan sendiri. Menurut mereka, manusia 250.000 kali lebih mungkin untuk memenangkan lotre daripada tertabrak oleh pecahan GOCE. Meskipun begitu, belum ada informasi soal di mana persisnya satelit tersebut jatuh.Satelit GOCE diluncurkan pada 2009 untuk memetakan medan gravitasi bumi. Bulan lalu, satelit ini kehabisan bahan bakarnya. Misi pun berakhir. [ROL/jabode]

Twitter Sudah Tak Menarik Lagi di Sebagian Asia

jabode, berita terkini
Pengguna Twitter di Korea Selatan dan Jepang Menurun
Terlalu terbuka, terlalu penuh dan terlalu sulit. Demikian penilaian sejumlah pengguna di Korea Selatan dan Jepang mengenai Twitter. Hal ini membuat pengguna Twitter mulai berkurang di dua negara tersebut.

Ini persoalan serius bagi Twitter. Setelah menjual sahamnya untuk publik, Twitter menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari para pemegang saham baru dan analis investasi Wall Street. Harga 26 dolar AS per saham membuat nilai Twitter, yang selama ini tak pernah menghasilkan keuntungan, tiba tiba mampu meraup dana lebih dari 18 miliar dolar AS.

Memudarnya popularitas Twitter di beberapa bagian Asia, yang tadinya merupakan pasar dengan pertumbuhan terbesar untuk Twitter, menjadi kendala serius. Sekitar 25 persen dari 232 juta pengguna Twitter aktif ada di Asia.

Dipimpin oleh Jepang, Indonesia, Korea Selatan dan India, Asia merupakan daerah dengan pertumbuhan tercepat Twitter pada musim panas 2010. Namun dengan menurunnya pengguna Twitter di Korea Selatan dan Jepang, membuat pasar Asia tak semenarik seperti dulu. Apalagi sekarang beberapa negara mencoba melakukan terobosan dengan membuat jaringan sosial media sendiri. Kakao Corp di Korea Selatan dan Line Corp. dari Jepang, telah mengalami pertumbuhan pesat, membuat mereka menjadi pesaing untuk menjaring pengguna dan iklan. “Di Korea Selatan dan Jepang, jenis layanan jaringan sosial terbuka seperti Twitter dan Facebook kehilangan popularitasnya,” ujar Justin Lee, analis pesan dan permainan seluler pada BNP Paribas.

Di Cina, Twitter tetap diblokir. Namun India sudah membuka diri untuk Twitter. Hanya dalam hitungan dua tahun, pengguna Twitter di India sudah mencapai angka 27 juta pengguna. “Orang-orang di India baru terbuka terhadap Twitter,” ujar Karthik Srinivasan, kepala media sosial di Ogilvy & Mather di Bangalore. Kosep berinteraksi dengan orang asing daripada teman dan kolega masih baru di dalam masyarakat yang berorientasi keluarga tersebut.

Diperkirakan ada tujuh juta pengguna Twitter di Korea Selatan dan hanya satu juta diantaranya mengirim lebih dari satu tweet per bulan. Pada Agustus, 64 persen akun-akun Twitter yang ada di Korea Selatan tidak mengirim pesan dalam lebih dari enam bulan, naik dari 56 persen pada Desember tahun lalu.

Pengusaha Korea Selatan Richard Choi mengaku dirinya sudah tidak aktif di Twitter, beralih ke KakaoStory, aplikasi seluler seperti Instagram yang telah menjadi hit di negara itu.
“Twitter adalah untuk berita dan informasi, tapi banyak saluran-saluran lain untuk mendapatkan berita,” ujarnya.

Di Jepang, penurunan popularitas Twitter sebagian adalah karena media ini menjadi medan perang, dengan banyak pengguna anonim meluncurkan serangan pada mereka yang tidak mereka sukai atau yang pendapatnya berbeda. [ROL/jabode]

BBM Android Akibatkan Boros Data, Benarkah?



Belum lama hadir, isu kurang mengenakkan menerpa BlackBerry Messenger (BBM) lintas platform. Layanan pesan instan milik BlackBerry itu dituding menguras kuota data pengguna. Lantas apa kata BlackBerry?

Disodorkan pertanyaan terkait isu tersebut, Senior Country Product Manager BlackBerry, Ardo Fadhola mengungkapkan, sejatinya tidak ada perbedaan kebutuhan data yang signifikan antara BBM saat digunakan di handset BlackBerry, Android serta iPhone.

Menurutnya, soal tudingan boros data itu lebih kepada faktor kebiasaan. Seperti diketahui, saat mengggunakan BBM di handset BlackBerry, maka paket data yang didaftarkan pengguna biasanya adalah unlimited. Jadi tak dibatasi kuota untuk bisa internetan dan BBM sepuasnya.

Sedangkan saat BBM diaplikasikan di Android dan iPhone, maka paket data yang digunakan berbeda dari yang biasanya didaftarkan saat memakai BlackBerry.

Dimana saat memakai Android dan iPhone biasanya paket data dibatasi oleh kuota. Memang ada gimmick 'unlimited' pada paket tersebut, tetapi setelah menembus kuota tertentu maka kecepatannya akan dicekik.

Padahal pengguna terbilang aktif menggunakan BBM. Mulai dari update profil picture, status, yang mana seluruh aktivitas tersebut sifatnya pun di-push ke pengguna BBM lainnya.

“Ini semacam shock culture, kebanyakan pengguna BBM di perangkat BlackBerry senang mengganti-ganti PP (profil picture) dan melakukan status update berkali-kali dalam sehari. Kebiasaan inilah yang terbawa kala menggunakan BBM di Android dan iOS,” jelas Ardo saat berkunjung ke kantor detikINET, Kamis (7/11/2013).

"Lonjakan data terasa karena biasanya pengguna BBM di perangkat BlackBerry menggunakannya tanpa memikirkan kuota data yang digunakan, sementara pada ponsel Android dan iOS umumnya pengguna menggunakan paket kuota data sehingga lebih terasa,” tandasnya. [detikinet/jabode]

Facebook Mulai Ditinggalkan, Mengapa?

Pekan lalu, Facebook mengungkapkan bahwa remaja tidak lagi senang menghabiskan waktunya di situs jejaring sosial itu lagi. Chief Financial Officer (CFO) Facebook David Ebersman mengatakan bahwa hampir semua remaja di Negeri Paman Sam memiliki akun Facebook, tetapi keterlibatan kawula muda itu mulai menurun.

Seorang pengguna raksasa jejaring sosial berusia 13 tahun bernama Lucas mengungkapkan jika saat ini jarang aktif di Facebook karena sudah banyak anggota keluarga, terutama Ibu menjadi facebookers.

“Saya tidak ingin berada di ruang yang sama dengan Ibu kami,” aku Lucas, sebagaimana disadur Business Insider, Senin (4/11/2013).

Selain itu, melihat teman-teman sebaya yang juga mulai meninggalkan dunia Facebook juga menjadi salah satu pemicu banyak remaja melupakan situs besutan Mark Zuckerberg tersebut. Ia mengatakan bahwa sudah memiliki akun Facebook jauh sebelum memiliki ponsel pintar.

Menurutnya, Facebook menjadi pilihan yang terbaik di komputer kala itu. Akan tetapi semenjak ponsel pintar menjadi perangkat ‘wajib’-nya, Lucas lebih suka menjelajahi aplikasi lainnya seperti Snapchat, Vine, dan Instagram.

“Kini, Facebook menguras banyak waktu untuk sekadar membaca timeline. Banyak posting-an tidak penting dibanding gambar dan video,” imbuh Lucas.

Lucas mengungkapkan bahwa meski dari sekian banyak teman-teman di Facebook-nya, hanya ada sekira 25 persen saja yang masih menggunakan akun itu secara teratur. Lucas juga menjelaskan, ia lebih suka menjelajahi Instagram untuk mencari hal-hal lucu atau menarik. Tetapi, kekurangannya adalah tidak memungkinkan untuk berkomunikasi secara aktif satu sama lain.

Dan memang, Facebook yang dapat diandalkan untuk berkomunikasi secara pribadi dengan teman-teman. Meskipun, saat ini sudah bukan menjadi pilihan utama atau pun satu-satunya lagi.

“Saya sengaja tidak mau menon-aktifkan Facebook, karena bagaimana pun itu masih menjadi salah satu pilihan untuk saling berhubungan dengan teman-teman lama. Tetapi, memang saya hanya sesekali saja menggunakannya,” pungkas Lucas.
 
Copyright © 2015. Muslim Magazine.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Distributed By Kaizen Template Powered by Blogger.
Creative Commons License