Belanda Habiskan 67 Juta Euro untuk Malam Tahun Baru

Tradisi tahun baru di Belanda, tidak terlepas dari pesta dan kembang api. Masyarakat Belanda, berbondong-bondong bahkan kadang sampai antri untuk membeli petasan, persiapan untuk pesta tahun baru.

Petasan di Belanda merupakan sesuatu yang dilarang, illegal dijual belikan dan hanya boleh dapat di gunakan pada tanggal 31 hingga malam pergantian tahun saja. Di luar itu, pengguna yang nekat, dapat dipidanakan.

Meski terbilang ekonomi Belanda sedang tidak bagus, masyarakat ternyata tetap suka rela untuk menghamburkan uangnya demi pesta kembang api. Menurut berita salah satu media Belanda, Algemeen Dagblad, tahun ini jumlah euro yang dikeluarkan masyarakat Belanda hanya untuk petasan adalah 67 juta euro.

Jumlah tersebut sedikit melebihi dari nominal yang dikeluarkan pada tahun lalu. Sedangkan rekor pengeluaran untuk petasan, terjadi pada malam pergantian tahun baru 2008-2009, yaitu 74 juta euro.

Petasan dan kembang api sendiri, meski sudah melalui prosedur dan standar ketat penyeleksian tetap tidak pernah terlepas dari bahayanya. Tahun ini, tercatat 1 orang (51 tahun) meninggal dunia, 46 orang cedera mata dan 8 orang menderita buta karena petasan.

[zaenal/islampos/duniaterkini.com]

Pamong Institute : Inilah Rapor Merah Parpol Peserta Pemilu

“Jika publik menggunakan indikator fungsi parpol untuk menilai kinerja parpol peserta pemilu maka nyaris semua nilainya jeblok alias rapornya kebakaran,” simpul Direktur Eksekutif Pamong Institute Wahyudi Al Maroky.

Menurutnya, salah satu tugas pokok partai politik adalah menjadi penghubung antara rakyat dan pemerintah (penyalur aspirasi).  Parpol sekarang gagal menjadi penyalur aspirasi rakyat. Konon lagi berharap memperjuangkan kepentingan rakyat. Semua parpol sibuk dengan kepentingan elite partai. Dan itu dilakukan dengan menghalalkan segala cara termasuk korupsi dan manipulasi kalau tidak ingin disebut menipu rakyatnya.

Tak ada partai yang bersih apalagi peduli dengan kepentingan rakyat. “Contoh paling nyata adalah ketika kenaikan harga BBM, jika ditanyakan ke seluruh rakyat tentu mayoritas rakyat tak setuju, tapi demi kepentingan para kapitalis dan elite parpol mereka mencampakkan kepentingan rakyat,” katanya.

Rapor merah selanjutnya adalah gagal dalam mendidik warga negara menjadi manusia sebagai makhluk sosial. Sementara semua partai berlomba meraih suara dengan berbagai cara yang sangat tidak mendidik. Bukan membangun partisipasi tapi membagi sembako dan bahkan bagi uang (money politics). “Ini efek demokrasi liberal yang menghancurkan budaya negeri,” bebernya.

Rapor merah lainnya, parpol gagal mengatur pertikaian politik dan mencegah konflik.  Maka sejak reformasi dan digelarnya pilkada langsung maka hampir semua daerah terjadi konflik dan anarkhis. Bahkan banyak kantor bupati dan fasilitas pemerintah yang dirusak dan dibakar akibat konflik.

Nasib  parpol yang mengaku berasas Islam lebih menyedihkan. Mereka tersiksa dalam sistem demokrasi ini dan telah terjebak dalam mekanisme demokrasi yang akhirnya tak berbeda dengan parpol sekuler . “Ada pengurus partai Islam yang mengaku kami sering dikeroyok dan disudutkan parpol sekuler,” ungkapnya.

Semua rapor merah partai sekuler juga menjadi milik parpol yang mengaku berbasis Islam. Gagal menjadi penyalur aspirasi umat apalagi memperjuangkan kepentingan umat. Karena merasa kalah jumlah dan sering dikeroyok partai sekuler.

Ia menyatakan semestinya parpol yang mengaku berasas Islam lebih konsisten memperjuangkan kepentingan Islam dan demi tegaknya Islam. Bukan sekedar saat kampanye menggunakan simbol Islam dan mengajak umat memilih partai Islam namun ketika sudah mendapatkan suara lalu berkoalisi dengan partai sekuler lainnya.

Ini bukan hanya gagal menyalurkan aspirasi umat tapi mengingkari amanah umat jika tak ingin di sebut mengkhianati suara umat. Belum lagi rapor merah yang memalukan umat ketika anggota parpol Islam terlibat dalam berbagai kasus dan skandal korupsi. “Ini alih-alih akan memperjuangkan umat dan Islam tapi justru memalukan dan membuat Islam tersudut,” tegasnya.

Semua ini karena terjebak dalam sistem demokrasi yang buruk dan mahal. “Akibatnya timbul kesadaran baru dari rakyat yang tidak percaya pada parpol sekuler dan parpol Islam sehingga memilih untuk tidak memilih karena tidak ada yang layak di pilih,” pungkasnya.

[mediaumat/duniaterkini.com]

Pria Saudi Beristri Empat Ceraikan Salah Satu Istrinya Supaya Bisa Menikah Lagi

Entah apa yang di benak Abu Abdullah Al Dousari, seorang pria asal Saudi ini. Walaupun sudah mempunyai empat orang istri, ia ternyata masih berkeinginan untuk menikah lagi.

Wal hasil, Al Dausari mengambil jalan yang menuai banyak kecaman dari berbagai pihak: menceraikan salah satu istrinya dengan imbalan 20.000 riyal atau setara dengan hanya lima puluh juta rupiah!

Istri yang diceraikan itu mengatakan bahwa dia rela menerima perceraian dengan alasan dia lebih tua daripada suaminya. Pun demikian, si lelaki masih mengizinkan istri yang dicerainya itu tinggal bersama anak dan cucunya di rumah besar mereka di kota Wadi Al Dawasir, Saudi bagian selatan.

“Saya selalu berlaku adil kepada istri-istri saya. Ketika istri kedua setuju untuk bercerai, saya memberikan dia uang 20 ribu riyal. Saya sangat menghormati dia dan dia akan selalu diterima di rumahnya di sini,” demikian kata Al Dousari kepada harian Sabq. Tidak disebutkan berapa usia Al Dousari atau berapa banyak anak  yang ia miliki. [emirate247/duniaterkini.com]

Dua Tewas dalam Bentrok Polisi-Mahasiswa di Mesir

Dua orang tewas pada Rabu (1/1) dalam bentrokan antara polisi Mesir dan para mahasiswa pendukung presiden terguling Muhammad Mursi yang memprotes penguasa yang dilantik militer, kata pejabat keamanan.

Koalisi pro-Mursi yang telah menyerukan aksi mogok nasional, menegaskan dua demonstran telah dibunuh. Salah satu dari mereka ditembak di kepala, kata para pejabat keamanan.

Televisi negara melaporkan bahwa polisi juga ditembak di dalam bentrokan, tetapi kini dalam kondisi stabil. Polisi mengatakan mereka hanya menggunakan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes dekat kementerian pertahanan dan menuduh kubu Islam menggunakan senjata.

Namun, menurut laporan AFP yang dikutip Kamis (2/1), aliansi pro-Mursi dalam sebuah pernyataan menuduh penguasa membunuh dua orang dan melukai tiga lainnya. Ikhwanul Muslimin ditetapkan sebagai teroris yang pekan lalu oleh otoritas dituduh melakukan pemboman ibu kota utara. Ikhawnul Muslimin membantah tuduhan itu.

Polisi juga menembakkan gas air mata pada protes mahasiswa pro-Mursi di Kota Zagazig, Delta Nil, kota asal pemimpin terguling itu, kata para pejabat keamanan. Mahasiswa pro-Mursi telah menggelar demonstrasi di universitas di Mesir, dan Rabu pagi Aliansi Anti-Kudeta pro-Mursi menyerukan lebih banyak protes.

"Karena mogok mahasiswa berhasil membuat gemetar seluruh sudut rezim kudeta, koalisi partai, gerakan-gerakan dan kelompok-kelompok pembela demokrasi di Mesir menyerukan untuk secara bertahap, menentukan mogok nasional," katanya.

Polisi menyita pers bawah tanah di kota Mediterania, Alexandria, karena diduga mencetak selebaran-selebaran untuk pasukan keamanan, kata petugas keamanan. Dua orang di antaranya ditangkap. Tudingan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris diduga akan menyebabkan hukuman-hukuman keras yang dijatuhkan.

[rol/duniaterkini.com]

Nyawa Muslim Dibunuh Hanya Karena Diduga Teroris, Kemana Para Tokoh Islam?

Direktur The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA), Harits Abu Ulya merasa prihatin dengan kondisi umat Islam sekarang ini, khususnya umat Islam yang ada di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam.

Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim, seharusnya antara muslim satu dengan muslim yang lainnya saling bekerjasama, tolong menolong selama tidak berbuat maksiat dan jahat, memberikan perhatian dan juga pembelaannya ketika muslim lainnya terdzolimi.

Hal ini diungkapkan Harits saat memberikan tanggapannya atas sejumlah aksi keji dan koboi Densus 88 Anti Teror (baca: anti Islam) Mabes Polri terhadap umat Islam, mulai dari penculikan di Poso dan tempat lainnya hingga pembunuhan “Massal” berencana di Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/12/2013) kemarin.

Pemerhati Kontra Terorisme inipun bertanya-tanya, kemana respon dan reaksi para tokoh Islam dan ormas Islam yang ada di Indonesia terkait aksi brutal Densus 88 tersebut terhadap umat Islam akhir-akhir ini yang menurutnya sudah berada pada titik nadir.

Ia pun kembali bertanya, kemana teriakan para aktivis Islam, para tokoh Islam dan elemen Islam yang lantang menyuarakan pembubaran Densus 88 pada waktu sebelum-sebelumnya. Bukankah apa yang dilakukan Densus 88 bisa saja terjadi dan kapan saja terjadi pada mereka?

Dimana pembelaan para aktivis Islam, para tokoh Islam dan ormas Islam yang dengan suara lantangnya menyatakan sebagai aktivis Islam yang anti Thoghut, anti Demokrasi, anti pemerintahan Sekuler-Liberal, anti kelompok sesat Ahmadiyah, anti terhadap Syi’ah, dan lainnya?

Sambil mengutip hadits dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Harits mengingatkan kaum muslimin akan haramnya menumpahkan darah seorang muslim tanpa Haq (dibenarkan oleh Islam). Ia berkata, Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi tiada ilah (sesembahan) yang haq di ibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, kecuali dengan salah satu dari tiga perkara; orang muhson (yang sudah menikah) yang berzina, jiwa dengan jiwa (qishos) dan yang meninggalkan agamanya (murtad), yaitu keluar dari Islam”. (HR. Bukhari dan Muslim)

“Kemana para tokoh-tokoh Islam dan ormas Islam? Mana komentar dan reaksi mereka? Dimana nurani dan akal sehat mereka? Nyawa demi nyawa tumbang hanya karena alasan “terduga teroris”,” ucap Harits kepada KompasIslam.Com pada Rabu (1/1/2014) pagi.

[kompasislam/duniaterkini.com]

Remaja Eropa Mulai Meninggalkan Facebook

Facebook dinilai telah kehilangan daya tarik bagi remaja di Benua Eropa. Menurut suatu penelitian terbaru, jejaring sosial ciptaan Mark Zuckerberg tersebut  sudah mulai ditinggalkan. Alasannya: karena semakin banyak orang tua menggunakan media sosial itu untuk memantau anak mereka.

Ya, para peneliti, seperti dikutip mailonline, mengatakan anak-anak sekarang menganggap Facebook "tidak oke" dan malu mengunggah keintiman karena khawatir ketahuan orang tua.

Penelitian itu mendalami kebiasaan online remaja di delapan negara Eropa termasuk Inggris. Ternyata banyak remaja pengguna Facebook beralih  ke alternatif seperti Snapchat dan WhatsApp.

Profesor Daniel Miller dari University College London, yang bekerja di Global Media Social Impact Study , mengatakan anak-anak Inggris "bahkan malu jika dihubungkan dengan Facebook".

Dia mengatakan "kaum muda berbondong-bondong menggunakan media sosial lain padahal orang tua mereka terus menggunakan Facebook." Profesor Miller mengatakan remaja sekarang menganggap Facebook "sangat tidak keren".

"Muda dan bebas itu dinilai percuma kalau orang tua dapat mengakses setiap tingkah laku kita. Kaum muda sangat peduli gaya dan status sebaya mereka, sehingga Facebook tidak keren lagi."

"Kalau dulu orang tua khawatir tentang anak-anak mereka bergabung dengan Facebook, kini mereka bersikeras supaya anak-anak tetap menggunakan Facebook," kata Millier.

Namun, studi tersebut menemukan sebagian besar remaja tetap menggunakan Facebook untuk kontak dengan kakaknya atau saudara yang tidak serumah lagi.

Penelitian yang didanai oleh Uni Eropa itu mencermati perilaku remaja usia  16 sampai 18 tahun selama 15 bulan.

Inilah Kampus Negeri yang Sulit Ditembus

Perbandingan jumlah peminat pada sebuah jurusan di suatu perguruan tinggi negeri (PTN) dengan daya tampung yang tersedia menentukan tingkat persaingan. Semakin besar jumlah peminat namun kursi yang ada sangat terbatas, menyebabkan tingkat persaingan di PTN tersebut sangat tinggi.

Jadi, kampus-kampus favorit bisa jadi bukan kampus-kampus dengan tingkat persaingan ketat. Tren kampus-kampus yang kerap menunjukkan ketatnya tingkat persaingan antarpeserta SNMPTN adalah:

Kelompok IPA
  1. Institut Pertanian Bogor (IPB)
  2. Universitas Hasanuddin (Unhas)
  3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya
  5. Universitas Indonesia (UI)
  6. Universitas Sumatera Utara (USU)
  7. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
  8. Universitas Andalas (Unand) Padang
  9. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya
  10. Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Kelompok IPS
  1. Universitas Indonesia (UI)
  2. Universitas Negeri Padang (UNP)
  3. Universitas Negeri Medan (Unimed)
  4. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
  5. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
  6. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya
  7. Universitas Riau (Unri)
  8. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
  9. Universitas Jambi
  10. Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
 
Copyright © 2015. Muslim Magazine.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Distributed By Kaizen Template Powered by Blogger.
Creative Commons License