Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) memiliki dekan baru periode 2013-2017. Yaitu, Arie Setiabudi Soesilo, menggantikan Bambang Shergi Laksmono yang telah habis masa jabatannya. “Sebagai Dekan FISIP UI terpilih, Arie Soesilo akan fokus pada peningkatan kinerja akademik, baik itu akreditasi program studi, riset, pengajaran, dan pengabdian masyarakat,” kata Kepala Kantor Komunikasi UI Farida Haryoko, akhir pekan lalu.
Selain itu, kata Farida, dekan baru tersebut juga fokus meningkatkan produksi publikasi jurnal internasional oleh para mahasiswa maupun staf pengajar di lingkungan fakultas. Selanjutnya, juga perlu meningkatkan mutu pelayanan akademik serta mengembangkan kompetensi SDM dosen, mahasiswa, dan staf administrasi menjadi lebih profesional dalam lingkungan yang kolegial.
Farida menjelaskan, proses as-sessment tingkat universitas dila-
kukan oleh tim penguji yang terdiri atas Pejabat Rektor UI Muhammad Anis, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Bambang Wibawarta, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Industri Siti Setiati, dan Sekretaris Universitas Tommy Ilyas. Kegiatan itu dilaksanakan pada Jumat (1/11) di Ruang Rapat A Gedung Pusat Administrasi UI, kampus Depok.
Sebelumnya, ada tiga calon dekan yang diuji oleh keempat panelis tersebut, yakni Arie Setiabudi Soesilo (staf pengajar Departemen Sosiologi), Bagus Aiyo (staf pengajar Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial), dan Fredy BL Tobing (staf pengajar Departemen Hubungan Internasional). Penilaian terhadap calon dekan meliputi kinerja akademis sesuai dengan bidang ilmu fakultas, kecakapan manajerial, kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, kepribadian dan integritas moral, komitmen terhadap fakultas dan universitas, pemahaman terhadap isu strategis di fakultas, serta ak-
septabilitas di lingkungan fakultas
Selanjutnya, panitia menggunakan sejumlah instrumen, seperti riwayat kerja, hasil presentasi dan tanya jawab, hasil wawancara, penelitian terhadap dokumen tertulis dan hasil observasi yang dilakukan oleh anggota PSCD di dalam proses penilaian (asssemeni). Pelaksanaan pemilihan pemimpin fakultas berdasarkan Surat Keputusan MWA-UI Nomor 02/SK/MWA-UI/2003 dan Keputusan Rektor UI Nomor 1190/SK/R/U1/2013 mengenai Tata Cara Seleksi Calon Dekan.
Arie memulai kariernya sebagai Wakil Dekan Bidang Mahasiswa dan Hubungan Alumni FISIP UI tahun 1998-2002. Pada 2002-2005 ia masuk di jajaran pejabat eksekutif UI selaku Wakil Rektor.
Pada 2005-2007 Arie adalah Direktur Urusan Mahasiswa dan Alumni UI. Ia menjabat sebagai Direktur Hubungan Alumni UI. la meraih gelar master sosiologi dari Purdue Uni versi ty, Amerika Serikat. Gelar Sarjana Sosiologi didapatnya dari UI.
FISIP UI Miliki Dekan Baru
Gudang PLN Pekanbaru Terbakar
Gudang tempat penyimpanan barang-barang milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berlokasi di Jalan Tanjung Datuk. Kelurahan Rintis. Kecamatan Limapuluh. Kota Pekanbaru. Riau. Ahad (3/11). hangus terbakar. Menurut keterangan para saksi, barang-barang yang berada di dalamnya, seperti kabel instalasi dan kabel utama serta barang lainnya, musnah.
Menurut Kapolsek Limapuluh Kota Pekanbaru Kompol Suhermanto, pada awalnya api terlihat sudah membesar di samping gudang yang biasa digunakan untuk pembuangan sampah dan material tak tergu-nakan. seperti kabel-kabel. Api kemudian melalap gudang penyimpanan PLN yang berada di sampingnya.
Menurutnya, api yang terus membesar membakar sebagian material milik PLN hingga menyebabkan kepulan asap hitam tebal terlihat jelas membumbung tinggi di udara. Beberapa saat kemudian, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru tiba di lokasi kejadian untuk membantu upaya pemadaman.
Setelah lebih dari 30 menit bekerja, tim mampu memadamkan dan menjinakkan api untuk tidak sampai membakar bangunan lainnya yang berada saling berdekatan. ‘Belum seluruh bangunan gudang terbakar. Situasinya dapat dikendalikan dengan cepat." kata Suhermanto.
Menurut Kapolsek Limapuluh Kota Pekanbaru Kompol Suhermanto, pada awalnya api terlihat sudah membesar di samping gudang yang biasa digunakan untuk pembuangan sampah dan material tak tergu-nakan. seperti kabel-kabel. Api kemudian melalap gudang penyimpanan PLN yang berada di sampingnya.
Menurutnya, api yang terus membesar membakar sebagian material milik PLN hingga menyebabkan kepulan asap hitam tebal terlihat jelas membumbung tinggi di udara. Beberapa saat kemudian, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru tiba di lokasi kejadian untuk membantu upaya pemadaman.
Setelah lebih dari 30 menit bekerja, tim mampu memadamkan dan menjinakkan api untuk tidak sampai membakar bangunan lainnya yang berada saling berdekatan. ‘Belum seluruh bangunan gudang terbakar. Situasinya dapat dikendalikan dengan cepat." kata Suhermanto.
Label:
Berita,
berita daerah,
Berita Nasional,
pekanbaru
Dianggap Berhala Baru, Patung Zidane Ditolak di Qatar
Anda masih ingat dengan peristiwa tandukan Zinedine Zidane terhadap Marco Materrazi di final Piala Dunia 2006? Momen itu banyak diangkat menjadi sebuah replika patung, salah satunya adalah yang dibuat oleh seniman kelahiran Aljazair Adel Abdessemed di Prancis pada tahun 2012.
Patung yang sebelumnya telah dipamerkan di Centre Pompidou di Paris itu, kemudian dibeli oleh Otoritas Museum Qatar.
Patung perunggu setinggi 16 kaki itu kemudian ditempatkan di Corniche di Doha, Qatar. Namun baru beberapa pekan, patung ini diturunkan lagi. Sebabnya, masyarakat Doha menolak keberadaan patung ini. Mereka menganggap patung Zidane tak ubahnya seperti berhala yang memang dilarang dalam Islam.
Sebagian besar orang yang lain, beranggapan bahwa patung ini hanya mempromosikan tindakan buruk secara tak sadar.
Al hasil, patung ini akan dipindahkan ke Arab Museum of Modern Art.
Berhala Baru
Hasgtag “Patung Zidane di Qatar” memicu reaksi besar-besaran di media sosial.
Seorang pengguna Twitter menyatakan, “Sangat menyedihkan remaja kita melihat seni dan modernitas sekarang ini. Anak-anak kita tidak lagi membedakan yang benar dan yang salah, atau haram dan halal.”
Namun ada juga yang menanggapi dengan pendapat lain. “Serius mereka memindah patung itu dari Corniche? Patung itu relevan dengan sepak bola, olahraga yang dicintai di negeri ini! Sebagai budaya, patung itu tidak ada relevansi dengan apapun.”
Patung yang sebelumnya telah dipamerkan di Centre Pompidou di Paris itu, kemudian dibeli oleh Otoritas Museum Qatar.
Patung perunggu setinggi 16 kaki itu kemudian ditempatkan di Corniche di Doha, Qatar. Namun baru beberapa pekan, patung ini diturunkan lagi. Sebabnya, masyarakat Doha menolak keberadaan patung ini. Mereka menganggap patung Zidane tak ubahnya seperti berhala yang memang dilarang dalam Islam.
Sebagian besar orang yang lain, beranggapan bahwa patung ini hanya mempromosikan tindakan buruk secara tak sadar.
Al hasil, patung ini akan dipindahkan ke Arab Museum of Modern Art.
Berhala Baru
Hasgtag “Patung Zidane di Qatar” memicu reaksi besar-besaran di media sosial.Seorang pengguna Twitter menyatakan, “Sangat menyedihkan remaja kita melihat seni dan modernitas sekarang ini. Anak-anak kita tidak lagi membedakan yang benar dan yang salah, atau haram dan halal.”
Namun ada juga yang menanggapi dengan pendapat lain. “Serius mereka memindah patung itu dari Corniche? Patung itu relevan dengan sepak bola, olahraga yang dicintai di negeri ini! Sebagai budaya, patung itu tidak ada relevansi dengan apapun.”
Jaya Suprana Kagum dengan FPI
Bos Jamu Jago Jaya Suprana mengungkapkan kekagumannya terhadap Front Pembela Islam (FPI) setelah bertemu langsung dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di kediamannya. Hal tersebut dikatakan Jaya Suprana di Markaz Syariah Petamburan Jakarta, Ahad 3 November 2013. “Selama ini saya dihantui oleh pemberitaan media massa tentang FPI. Apa benar ada suatu organisisasi yang begitu jahatnya seperti yang selama ini diberitakan?” ujar pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) ini.
“Saya temui langsung Habib Rizieq untuk memastikan apa benar itu semua kata media. Sebelum bertemu kesannya angker luar biasa. Saya tidak membayangkan sebelumnya ternyata Habib Rizieq sama sekali tidak menakutkan. Beliau orang yang santun dan cerdas luar biasa, masya Allah”, kata Jaya Suprana yang beragama Kristen.
Selain itu, pemilik acara talkshow Jaya Suprana Show di TVRI ini menceritakan pengalamannya berdialog dengan mantan Presiden Abdurrahman Wahid membicarakan tentang FPI.
“Menurut Gus Dur, Habib Rizieq tidak mau diwawancarai karena beritanya selalu dipelintir, berita FPI hukumnya wajib harus jelek. Karena itulah saya mau ketemu makhluk ini (FPI) untuk memastikan apa benar itu semua,” cerita Jaya yang membuat jamaah tertawa.
Tidak disangka, kedatangan Jaya Suprana yang kedua kali ini ternyata bertepatan dengan ta’lim bulanan FPI. Kedatangan Jaya disambut hangat oleh ribuan jamaah. Di akhir acara Habib Rizieq memberikan kesempatan Jaya Suprana untuk bicara. Dengan bangga Jaya Suprana mengatakan tidak akan melupakan pengalamannya hari ini. Kepada FPI, ia pun menyampaikan dukungannya.
“Teruskan perjuangan Anda, jika tidak ada FPI pelan-pelan maksiat akan menguasai negeri ini. Terima kasih, hidup FPI,” ungkap Jaya Suprana yang disambut takbir oleh jamaah.
“Saya temui langsung Habib Rizieq untuk memastikan apa benar itu semua kata media. Sebelum bertemu kesannya angker luar biasa. Saya tidak membayangkan sebelumnya ternyata Habib Rizieq sama sekali tidak menakutkan. Beliau orang yang santun dan cerdas luar biasa, masya Allah”, kata Jaya Suprana yang beragama Kristen.
Selain itu, pemilik acara talkshow Jaya Suprana Show di TVRI ini menceritakan pengalamannya berdialog dengan mantan Presiden Abdurrahman Wahid membicarakan tentang FPI.
“Menurut Gus Dur, Habib Rizieq tidak mau diwawancarai karena beritanya selalu dipelintir, berita FPI hukumnya wajib harus jelek. Karena itulah saya mau ketemu makhluk ini (FPI) untuk memastikan apa benar itu semua,” cerita Jaya yang membuat jamaah tertawa.
Tidak disangka, kedatangan Jaya Suprana yang kedua kali ini ternyata bertepatan dengan ta’lim bulanan FPI. Kedatangan Jaya disambut hangat oleh ribuan jamaah. Di akhir acara Habib Rizieq memberikan kesempatan Jaya Suprana untuk bicara. Dengan bangga Jaya Suprana mengatakan tidak akan melupakan pengalamannya hari ini. Kepada FPI, ia pun menyampaikan dukungannya.
“Teruskan perjuangan Anda, jika tidak ada FPI pelan-pelan maksiat akan menguasai negeri ini. Terima kasih, hidup FPI,” ungkap Jaya Suprana yang disambut takbir oleh jamaah.
Glenn Fredly Layangkan Petisi 'Selamatkan Kepulauan Aru'
Penyanyi Glenn Fredly melayangkan petisi untuk menyelamatkan Kepulauan Aru, Maluku, Ambon yang sebagian besarnya lahan hutannya dibabat untuk perkebunan tebu.
Glenn mengatakan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahas, pembabatan tersebut mengikis 500.000 hektare dari keseluruhan luas Kepulauan Aru, yakni 643.000 hektare. "Lalu apa yang tersisa dari Maluku?," ujar Glenn.
Dia mengatakan, saat ini 19 dari 28 perusahaan perkebunan di bawah PT Menara Group sudah mengantongi izin Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan atas wewenang Bupati Aru yang saat ini berada di penjara di Sukamiskin, Bandung karena terjerat kasus korupsi. Glenn mengaku khawatir akan nasib kampung halaman dengan kekayaan dan keindahaan alamnya tersebut.
Karena itu, ia melayangkan petisi yang kini sudah didukung sebanyak 5.000 orang.
Dia mengatakan sebelumnya, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku bertemu Komisi B DPRD Maluku terkait penyelamatan lahan tersebut. "Mereka sepakat bahwa ada indikasi 'kejahatan' dalam kasus Aru," katanya.
Glenn menuturkan DPRD berjanji akan mengambil langkah konkret untuk memantau langsung kondisi di Aru dan membawa kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta mendorong pencabutan IUP oleh Menhut.
Dia berharap masyarakat Indonesia turut mendukung petisi tersebut agar izin perusahaan perkebunan di kepulauan Aru dicabut.
"Di Pulau Seram, pabrik semen dan pabrik gula yang dulu direncanakan ternyata bohong. Pengusaha kabur setelah hutan dibabat dan kayu dijual ke luar," katanya.
Glenn menjelaskan perusahaan pengembang sawit mengobrak-abrik lahan-lahan di Pulau Seram dan saat ini menyisakan hamparan sawit ratusan ribu hektare. "Hutan habis dan yang tersisa bagi penduduk lokal hanya status buruh lepas harian, kemiskinan dan banjir," katanya.
Hal sama juga disampaikan aktivis pluralisme asal Ambon, Jacky Manuputy, yang mengatakan gerakan penolakan penebangan hutan untuk perkebunan semakin menguat di komunitas masyarakat Kepulauan Aru.
"Hampir semua penduduk dari 117 desa menolak perkebunan ini. Ini yang membuat 'gerah' Pemkab Aru yang kini dipimpin pejabat sementara," katanya.
Dia menuturkan Kepulauan Aru terdiri atas hampir 300 pulau dengan enam pulau besar yang dipenuhi oleh flora dan fauna endemik yang juga terdapat di Papua dan Australia. Di dalamnya, lanjut dia, terdapat empat spesies burung cendrawasih, kakatua hitam, kanguru pohon, kasuari dan lainnya.
"Kepulauan Aru itu unik, indah namun 'fragile' (rentan) terhadap kerusakan ekologi," katanya.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Change.org sebagai wadah dilayangkannya petisi itu, mengatakan akhir-akhir ini banyak petisi yang muncul mengenai upaya eksploitasi perkebunan dan pertambangan di pulau-pulau kecil.
"Yang terakhir adalah petisi Pulau Bangka, Sulut yang dimulai oleh Kaka 'Slank' yang terancam oleh pertambangan bijih besi," katanya.
Glenn mengatakan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Ahas, pembabatan tersebut mengikis 500.000 hektare dari keseluruhan luas Kepulauan Aru, yakni 643.000 hektare. "Lalu apa yang tersisa dari Maluku?," ujar Glenn.
Dia mengatakan, saat ini 19 dari 28 perusahaan perkebunan di bawah PT Menara Group sudah mengantongi izin Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan atas wewenang Bupati Aru yang saat ini berada di penjara di Sukamiskin, Bandung karena terjerat kasus korupsi. Glenn mengaku khawatir akan nasib kampung halaman dengan kekayaan dan keindahaan alamnya tersebut.
Karena itu, ia melayangkan petisi yang kini sudah didukung sebanyak 5.000 orang.
Dia mengatakan sebelumnya, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Maluku bertemu Komisi B DPRD Maluku terkait penyelamatan lahan tersebut. "Mereka sepakat bahwa ada indikasi 'kejahatan' dalam kasus Aru," katanya.
Glenn menuturkan DPRD berjanji akan mengambil langkah konkret untuk memantau langsung kondisi di Aru dan membawa kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta mendorong pencabutan IUP oleh Menhut.
Dia berharap masyarakat Indonesia turut mendukung petisi tersebut agar izin perusahaan perkebunan di kepulauan Aru dicabut.
"Di Pulau Seram, pabrik semen dan pabrik gula yang dulu direncanakan ternyata bohong. Pengusaha kabur setelah hutan dibabat dan kayu dijual ke luar," katanya.
Glenn menjelaskan perusahaan pengembang sawit mengobrak-abrik lahan-lahan di Pulau Seram dan saat ini menyisakan hamparan sawit ratusan ribu hektare. "Hutan habis dan yang tersisa bagi penduduk lokal hanya status buruh lepas harian, kemiskinan dan banjir," katanya.
Hal sama juga disampaikan aktivis pluralisme asal Ambon, Jacky Manuputy, yang mengatakan gerakan penolakan penebangan hutan untuk perkebunan semakin menguat di komunitas masyarakat Kepulauan Aru.
"Hampir semua penduduk dari 117 desa menolak perkebunan ini. Ini yang membuat 'gerah' Pemkab Aru yang kini dipimpin pejabat sementara," katanya.
Dia menuturkan Kepulauan Aru terdiri atas hampir 300 pulau dengan enam pulau besar yang dipenuhi oleh flora dan fauna endemik yang juga terdapat di Papua dan Australia. Di dalamnya, lanjut dia, terdapat empat spesies burung cendrawasih, kakatua hitam, kanguru pohon, kasuari dan lainnya.
"Kepulauan Aru itu unik, indah namun 'fragile' (rentan) terhadap kerusakan ekologi," katanya.
Sementara itu, Direktur Komunikasi Change.org sebagai wadah dilayangkannya petisi itu, mengatakan akhir-akhir ini banyak petisi yang muncul mengenai upaya eksploitasi perkebunan dan pertambangan di pulau-pulau kecil.
"Yang terakhir adalah petisi Pulau Bangka, Sulut yang dimulai oleh Kaka 'Slank' yang terancam oleh pertambangan bijih besi," katanya.
Ketua GEMA Pembebasan Bantah Jadi Embrio Teroris
Tuduhan sebagai ancaman dan embrio terorisme, Menurut Ketua Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA Pembebasan) Pusat, Firman Kelana merupakan tuduhan tidak berdasar, malah pada faktanya GEMA Pembebasan merupakan gerakan Intelektual yang mengusung semangat persatuan berdasarkan Islam.
“Seharusnya kita balik bertanya kepada mereka (GPI) yang melontarkan tuduhan palsu tersebut, mengapa harus ada tindakan anarkis,” ujarnya Jum’at (1/11) di Jakarta.
Inilah Indonesia, untuk kebebasan hawa nafsu mereka, mereka menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia, menjujung sikap kebebasan berpendapat, tetapi ketika kebebasan berpendapat itu datang dengan membawa Islam, mereka berdikap feodal, menindas dan anarkis.
Padahal, Menurut Firman, semangat GEMA Pembebasan adalah semangat Islam untuk melawan penjajahan gaya baru, melawan kapitalisme imperial. Karena yang sebenarnya membuat negri kita Indonesia ini carut marut terjajah semua sumber daya alam 84% dikuasai asing, kemiskinan meraja lela,konfik horisontal yang tidak kunjung selesai, korupsi yang menggurita tidak lain adalah disebabkan oleh ideologi kapitalisme-demokrasi yang diterapkan di negri ini, yang saat ini dipaksakan oleh Amerika Serikat.
Terkait penolakan sumpah pemuda dan nasionalisme dari Gema Pembebasan bukanlah aksi penyeruan pembubaran persatuan ataupun separatisme. Ini merupakan aksi menggugat standar persatuan bangsa yang tidak jelas dan absurd sehingga berpotensi menimbulkan adanya perpecahan dan separatisme dikalangan putra dan putri indonesia sendiri,” terangnya.
Anarkis yang dilakukan oleh pihak Gerakan Pemuda Indonesia Palangkaraya adalah bentuk respon kekalahan intelektual atas sikap kritis mahasiswa terhadap aksi dan pernyataan sikap tolak sumpah pemuda dan ilusi nasionalisme, raih kebangkitan hakiki dengan ideologi Islam.
Aksi ini juga, menurut Firman, demi menyelamatkan Indonesia dari potensi-potensi perpecahan, yakni dengan memperjelas standar persatuan dan kesatuan Indonesia, bahwa persatuan dan kesatuan sebuah negara sejatinya akan dapat terjaga dan utuh jika menggunakan standar ideologi, bukan ukuran tanah air, warna kulit dan bahasa.
Aksi ini menggugat sumpah pemuda dan menawarkan solusi persatuan dengan standar ideologi adalah aksi demi menjadikan Indonesia sebuah negara yang besar, kuat, adil, makmur serta menjadi pemimpin peradaban dunia.
“Sumpah pemuda dengan landasan nasionalisme adalah ikatan yang saat ini hanyalah sebuah ilusi dan tak bisa dijadikan semangat untuk melakukan perubahan dinegeri ini yang sedang terjajah secara ideologi, politik, ekonomi, budaya,” paparnya.
Walau digugat oleh GPI Palangkaraya melalui aksi penolakan dan anarkisme menyoal tuntutan GEMA Pembebasan menggugat sumpah pemuda dan nasionalisme, Kamis (31/10). GEMA Pembebasan akan tetap lantang memperjuangkan tegaknya ideologi Islam dalam sebuah tatanan baru, negara khilafah.
“Terbukti Gerakan Mahasiswa Pembebasan mampu membuat opini kepada para kalangan pemuda dan mahasiswa serta masyarakat untuk kembali kepada ideologi Islam sebagai solusi atas carut-marutnya permasalahan negri ini,” pungkasnya.
“Seharusnya kita balik bertanya kepada mereka (GPI) yang melontarkan tuduhan palsu tersebut, mengapa harus ada tindakan anarkis,” ujarnya Jum’at (1/11) di Jakarta.
Inilah Indonesia, untuk kebebasan hawa nafsu mereka, mereka menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia, menjujung sikap kebebasan berpendapat, tetapi ketika kebebasan berpendapat itu datang dengan membawa Islam, mereka berdikap feodal, menindas dan anarkis.
Padahal, Menurut Firman, semangat GEMA Pembebasan adalah semangat Islam untuk melawan penjajahan gaya baru, melawan kapitalisme imperial. Karena yang sebenarnya membuat negri kita Indonesia ini carut marut terjajah semua sumber daya alam 84% dikuasai asing, kemiskinan meraja lela,konfik horisontal yang tidak kunjung selesai, korupsi yang menggurita tidak lain adalah disebabkan oleh ideologi kapitalisme-demokrasi yang diterapkan di negri ini, yang saat ini dipaksakan oleh Amerika Serikat.
Terkait penolakan sumpah pemuda dan nasionalisme dari Gema Pembebasan bukanlah aksi penyeruan pembubaran persatuan ataupun separatisme. Ini merupakan aksi menggugat standar persatuan bangsa yang tidak jelas dan absurd sehingga berpotensi menimbulkan adanya perpecahan dan separatisme dikalangan putra dan putri indonesia sendiri,” terangnya.
Anarkis yang dilakukan oleh pihak Gerakan Pemuda Indonesia Palangkaraya adalah bentuk respon kekalahan intelektual atas sikap kritis mahasiswa terhadap aksi dan pernyataan sikap tolak sumpah pemuda dan ilusi nasionalisme, raih kebangkitan hakiki dengan ideologi Islam.
Aksi ini juga, menurut Firman, demi menyelamatkan Indonesia dari potensi-potensi perpecahan, yakni dengan memperjelas standar persatuan dan kesatuan Indonesia, bahwa persatuan dan kesatuan sebuah negara sejatinya akan dapat terjaga dan utuh jika menggunakan standar ideologi, bukan ukuran tanah air, warna kulit dan bahasa.
Aksi ini menggugat sumpah pemuda dan menawarkan solusi persatuan dengan standar ideologi adalah aksi demi menjadikan Indonesia sebuah negara yang besar, kuat, adil, makmur serta menjadi pemimpin peradaban dunia.
“Sumpah pemuda dengan landasan nasionalisme adalah ikatan yang saat ini hanyalah sebuah ilusi dan tak bisa dijadikan semangat untuk melakukan perubahan dinegeri ini yang sedang terjajah secara ideologi, politik, ekonomi, budaya,” paparnya.
Walau digugat oleh GPI Palangkaraya melalui aksi penolakan dan anarkisme menyoal tuntutan GEMA Pembebasan menggugat sumpah pemuda dan nasionalisme, Kamis (31/10). GEMA Pembebasan akan tetap lantang memperjuangkan tegaknya ideologi Islam dalam sebuah tatanan baru, negara khilafah.
“Terbukti Gerakan Mahasiswa Pembebasan mampu membuat opini kepada para kalangan pemuda dan mahasiswa serta masyarakat untuk kembali kepada ideologi Islam sebagai solusi atas carut-marutnya permasalahan negri ini,” pungkasnya.
Perang Urat Saraf antara Militer Penjajah Israel Hamas Memanas
Harian Israel Haaretz dalam situs internetnya hari ini Sabtu menegaskan bahwa perang urat saraf yang terjadi antara militer penjajah Israel dan gerakan Hamas di perbatasan Jalur Gaza meningkat saat ini dan bahwa perang sebenarnya telah dimulai beberapa saat terakhir.
Hal ini disampaikan menanggapi operasi peledakan terowongan dekat Khan Yunis yang melukai lima serdadu Israel seperti dilansir situs infopalestina.
Peledakan terowongan yang diledakkan di depan serdadu Israel sebagai sebuah pertanda fase baru dalam perang urat saraf antara Israel dan Hamas dan bahwa elit-elit militer Israel akan meminta kepada elit elit pimpinan militer di sebelah wilayah selatan agar menjelaskan soal kepastian kemungkinan penyergapan yang ada di terowongan tersebut untuk digunakan dalam operasi militer.
Mengutip sumber keamanan bahwa Hamas dalam beberapa tahun terakhir terakhir telah menggali puluhan terowongan yang menembus dari Jalur Gaza sampai ke wilayah Israel salah satunya terungkap beberapa pekan yang lalu dekat wilayah Aen III.
Hal ini disampaikan menanggapi operasi peledakan terowongan dekat Khan Yunis yang melukai lima serdadu Israel seperti dilansir situs infopalestina.
Peledakan terowongan yang diledakkan di depan serdadu Israel sebagai sebuah pertanda fase baru dalam perang urat saraf antara Israel dan Hamas dan bahwa elit-elit militer Israel akan meminta kepada elit elit pimpinan militer di sebelah wilayah selatan agar menjelaskan soal kepastian kemungkinan penyergapan yang ada di terowongan tersebut untuk digunakan dalam operasi militer.
Mengutip sumber keamanan bahwa Hamas dalam beberapa tahun terakhir terakhir telah menggali puluhan terowongan yang menembus dari Jalur Gaza sampai ke wilayah Israel salah satunya terungkap beberapa pekan yang lalu dekat wilayah Aen III.
Label:
Berita,
Berita Dunia Islam,
Headline,
Internasional
Langganan:
Postingan (Atom)






