Produk Tidak Halal Makin Meresahkan, Ini Saran Menag

Suryadarma Ali
Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, produksi obat seyogyanya tetap mengutamakan bahan dasar halal sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat, terkait penggunaan bahan baku obat yang diduga tidak halal.

“Produk obat berbahan dasar halal tetap diutamakan,” ujarnya di Banjarbaru, lansir Antaranews.com Sabtu.

Dia menjelaskan, obat yang diproduksi menggunakan bahan yang mengandung babi dengan sifat kedaruratan, karena tidak ada bahan lain sebagai penggantinya, maka diperbolehkan dalam Islam.

Meski demikian, lanjut Suryadharma, jika masih ada bahan dasar lain yang halal dan tidak mengandung unsur yang diharamkan, maka penggunaan bahan halal tetap diutamakan sehingga umat Muslim tenang mengonsumsinya.

“Intinya, sepanjang sifatnya darurat dan tidak ada bahan baku lain sebagai pengganti maka penggunaan bahan yang mengandung babi tidak masalah. Namun, jika masih ada yang halal, maka itu yang dipilih,” ungkapnya.

Kata Menag, pihaknya masih belum mengetahui obat-obatan apa saja yang mengandung babi, seperti disebutkan Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi terkait produksi obat yang menggunakan bahan baku mengandung babi. [arrahmah/duniaterkini.com]

Aisha Maharanie: Produk Babi Ada Dimana-mana

Umat Islam harus waspada karena babi yang diharamkan dalam Islam, hampir seluruh bagian tubuhnya dapat dijadikan berbagai macam produk. Hal tersebut disampaikan oleh founder Halal Corner, Aisha Maharanie pada seminar bertopik “Halal Way of Life In Family” di kantor Nurul Hayat Surabaya pagi tadi (7/12).

Beliau juga menjelaskan cara untuk mengindikasikan makanan yang terbuat dari babi.
“Mau tau cara membedakan bakso babi dengan bakso sapi? Kalau Bakso babi warnanya coklat muda. Jika dibelah akan terlihat dalamnya berwarna pink. Lalu karena banyaknya lemak maka biasanya bentuknya bulat sempurna serta kandungan minyaknya banyak”, jelas lulusan Jurusan Teknologi Pangan ini.

“Kerupuk kulit yang biasa disebut rambak, jika warnanya kekuningan dan permukaannya halus maka positif kerupuk tersebut dari kulit babi. Karena kalau terbuat dari kulit sapi warnanya coklat dan permukaannya kasar,” tambahnya.

Tidak hanya makanan, perkakas yang terbuat dari keramik banyak juga yang terbuat dari campuran tulang babi.

“Jika anda menemui bahan keramik bertuliskan porcelain, maka itu positif terbuat dari campuran tulang babi,” jelas Aisha diikuti ekspresi heran para peserta seminar.

Seminar yang diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Nurul Hayat dan Raff Clothing ini dihadiri sekitar seratus orang peserta.

Pembicara lainnya dalam seminar ini adalah Ust. Abdurrahman Navis dari Dewan Fatwa MUI Jatim. Beliau menjelaskan tentang Fikih Halal-Haram dan bahayanya memakan makanan haram.

“Makanan haram mempengaruhi terkabulnya doa kita. Karena banyak sekali hadits Rasulullah Saw yang mengatakan demikian,” jelas beliau.

Mutu Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia

Programme for International Study Assessment (PISA) 2012 menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian mutu pendidikan. Pemeringkatan tersebut dapat dilihat dari skor yang dicapai pelajar usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains.

"Selama mengikuti studi tersebut sejak 2000, Indonesia selalu berada pada salah satu peringkat rendah," kata anggota Koalisi Pendidikan, Ade Irawan, melalui rilis pers pada Jumat, 6 Desember 2013.

Dalam studi ini, mutu pendidikan Indonesia yang rendah dikonfirmasikan dengan anggaran dan biaya pendidikan yang langsung dibayar masyarakat naik signifikan dari tahun ke tahun. PISA merupakan studi internasional yang diselenggarakan Organisation for Economic Co-operation and Development.

Indonesia mengikuti dua tes internasional, yaitu studi Trends in International Mathematics and Science Studies dan Progress in Internatioal Reading Literacy Studi untuk murid sekolah dasar. "Indonesia juga berada di ranking terendah dalam kedua studi tersebut," kata Ade.

Menurut Ade, PISA harus dilihat secara kritis. "Karena di balik itu ada agenda yang bersifat ideologis-liberalistis yang hanya mengukur tiga kemampuan dasar murid dan tidak memadai dijadikan dasar dalam pengambilan kebijakan pendidikan nasional," kata Ade.

Ade mengatakan, selayaknya Kementerian Pendidikan mengembangkan sistem assessment bersifat nasional dan mencerminkan keberagaman anak. Mutu pendidikan Indonesia yang rendah, sebagaimana tercermin dari hasil studi PISA, memperlihatkan ada sesuatu yang salah dalam sistem persekolahan dan kebijakan pendidikan Indonesia.

Beberapa di antara masalah itu adalah ujian nasional dan berbagai tes lainnya; perubahan kurikulum dari waktu ke waktu; program sekolah unggulan (sekolah bertaraf internasional); kompetisi dalam berbagai Olimpiade; penambahan jam belajar; serta sertifikasi dan ujian kompetensi guru. "Ternyata gagal meningkatkan mutu pendidikan," kata Ade.

Menurut Ade, Koalisi Pendidikan mendesak agar rezim pendidikan neoliberal, yang terlihat dari kebijakan pendidikan nasional beberapa dekade terakhir, diakhiri. "Kami mendesak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mempersiapkan agenda reformasi pendidikan," kata Ade.

[tempo.co/duniaterkini.com]

LDK Solo Raya Galang 1.000.000 Koin Untuk Jilbab Polwan

Puluhan aktivis Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK ) Solo Raya menggelar demonstrasi dengan label Aksi Simpatik Penggalangan 1.000.000 koin bagi Pengadaan Jilbab Polwan pada hari Jum’at, (6/12/2013) kemarin.

Koordinator lapangan aksi, Rudi yang merupakan menyampaikan bahwa aksi ini adalah sentilan kecil bagi pihak kepolisian yang menunda pembolehan bagi Polwan untuk memakai jilbab dengan alasan ketiadaan dana.

“Jika itu alasannya maka para mahasiswa yang tergabung dalam BKLDK se-Solo Raya ini siap menggalang masyarakat untuk membantu Polwan yang ingin menutup auratnya dengan berjilbab yakni menggalang 1.000.000 koin untuk hal tersebut,” tutur Mahasiwa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dengan semangat.

Rudi juga menambahkan bahwa mereka juga akan turun ke jalan pada saat Car Free Day Ahad besok di jalan Slamet Riyadi, di tengah kota Surakarta guna melanjutkan aksi penggalangan 1.000.000 koin bagi jilbab Polwan ini.

Aksi yang dimulai pukul 13.00 selepas shalat Jum’at ini juga mendapatkan pengamanan yang cukup ketat dari pihak kepolisian. Sebagaimana juga yang tertulis dalam Pers Release BKLDK Solo Raya dan ditandatangani Muhammad Ihsan selaku Korda Solo.

BKLDK menyoroti adanya keganjilan terkait kebijakan penundaan penggunaan jilbab Polwan. Pertama, pada saat Polri beralasan ketiadaan anggaran pemerintah namun disisi lain pemerintah membuang-buang uang rakyat sebanyak 25 milyar rupiah untuk membagi-bagi kondom atas nama peringatan hari Aids sedunia.

Kedua, draft anggaran Polri tahun 2014 yag dikritisi pihak Komisi III DPR RI, didana tercantum pengajuan dana 16 milyar untuk pengadaan anjing. Ketiga, alasan adanya ketidak-seragaman jilbab Polwan hanyalah mengada-ada, karena secara hirarkis sangat mudah solusinya.

Korlap Aksi juga menyampaikan penilaian bahwa penundaan jilbab bagi Polwan adalah penghinaan kepada Syari’at Allah ini yang berfungsi untuk melindungi kehormatan wanita muslimah. [voa-islam/duniaterkini.com]
Puluhan aktivis Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK ) Solo Raya menggelar demonstrasi dengan label Aksi Simpatik Penggalangan 1.000.000 koin bagi Pengadaan Jilbab Polwan pada hari Jum’at, (6/12/2013) kemarin.
Koordinator lapangan aksi, Rudi yang merupakan menyampaikan bahwa aksi ini adalah sentilan kecil bagi pihak kepolisian yang menunda pembolehan bagi Polwan untuk memakai jilbab dengan alasan ketiadaan dana.
“Jika itu alasannya maka para mahasiswa yang tergabung dalam BKLDK se-Solo Raya ini siap menggalang masyarakat untuk membantu Polwan yang ingin menutup auratnya dengan berjilbab yakni menggalang 1.000.000 koin untuk hal tersebut,” tutur Mahasiwa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dengan semangat.
Rudi juga menambahkan bahwa mereka juga akan turun ke jalan pada saat Car Free Day Ahad besok di jalan Slamet Riyadi, di tengah kota Surakarta guna melanjutkan aksi penggalangan 1.000.000 koin bagi jilbab Polwan ini.
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/07/27994/ldk-solo-raya-gelar-demo-galang-1000000-koin-untuk-jilbab-polwan/#sthash.1QabyWeH.dpuf

KPI Tegur Enam Televisi yang Tidak Proporsional dalam Penyiaran Politik

Pemilihan Umum 2014 merupakan pesta demokrasi yang membutuhkan peran serta semua pihak agar berlangsung dengan sukses, jujur dan adil. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berkepentingan mengawal lembaga penyiaran untuk bersikap netral dan adil pada seluruh peserta pemilu.

Sebagaimana diketahui, pada September 2013, KPI telah mengeluarkan surat peringatan kepada seluruh lembaga penyiaran untuk menjaga netralitas dan melarang penggunaan frekuensi untuk kepentingan golongan tertentu. Selama 3 (tiga) bulan terakhir, September-November 2013, KPI telah melakukan pemantauan pada seluruh lembaga penyiaran.

Dari pemantauan tersebut, KPI berkesimpulan terdapat 6 (enam) lembaga penyiaran yang telah dinilai tidak proporsional dalam penyiaran politik. Termasuk terdapat iklan politik yang menurut penilaian KPI mengandung unsur kampanye. Ke-enam lembaga penyiaran itu adalah RCTI, MNC TV, Global TV, ANTV, TV One dan Metro TV.

Kemarin, (4/12), KPI telah memanggil dan menyampaikan teguran pada 6 (enam) stasiun televisi tersebut. Teguran ini wajib menjadi evaluasi bagi lembaga penyiaran, agar menjalankan fungsi dan perannya yang sesuai dengan amanat undang-undang penyiaran. Dalam pertemuan tersebut, lembaga penyiaran menerima masukan dan berjanji akan memperbaiki programnya, serta merencanakan program iklan layanan masyarakat (ILM) tentang pemilihan umum.

Ketua KPI Pusat, Judhariksawan menyatakan, lembaga penyiaran harus memberikan perhatian penuh pada agenda pemilu 2014 ini dengan memberikan informasi kepemiluan yang utuh guna meningkatkan partisipasi rakyat dalam menggunakan hak pilih. Dengan demikian masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemilu ini secara optimal. Karenanya lembaga penyiaran wajib bersikap netral, berimbang dan mengutamakan kepentingan publik.

KPI juga mengapresiasi lembaga penyiaran yang telah menjaga netralitas, independensi, dan keberimbangan pada seluruh program siarannya, termasuk juga pada lembaga penyiaran yang telah membuat program-program pemilu yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Wakil Ketua KPI Pusat, Idy Muzayyad mengingatkan juga tentang kewajiban lembaga penyiaran berpartisipasi dalam pemilu, termasuk di dalamnya untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. “Partisipasi ini dapat diwujudkan lembaga penyiaran lewat penayangan ILM untuk pendidikan politik,” pungkas Idy dalam siaran persnya kepada Islampos.
 
[islampos/duniaterkini.com]

ITS Ciptakan Alat Peringatan Gempa Lewat SMS

Mahasiswa ITS Surabaya menciptakan "software" untuk alat peringatan dini terjadinya gempa yang menimpa bangunan berstruktur beton dan peringatan itu disebarkan secara cepat lewat SMS (short message service/pesan singkat) kepada masyarakat.

"Software itu tidak hanya mampu mendeteksi gempa lebih awal untuk mengurangi korban Jiwa dan materi, tetapi juga langsung memberikan peringatan cepat kepada masyarakat melalui SMS," kata mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITS Surabaya Robiy Ul Ars Al-Maliki di Surabaya, Jumat.

Ia menceritakan alat yang merupakan karya Tugas Akhir (TA) berjudul "Aplikasi Sistem Peringatan Dini pada Komponen Struktur Beton" itu dibuat untuk bangunan berstruktur beton, seperti gedung atau jembatan.

"Alat itu menggunakan sensor straingauge untuk mendeteksi keretakan beton," katanya saat mendemonstrasikan alatnya di Laboratorium Struktur Jurusan Teknik Sipil ITS Surabaya.

"Sensor straingauge" sendiri merupakan sensor yang digunakan membaca seberapa besar perpindahan yang terjadi pada material bangunan.

"Data yang diterima oleh sensor tersebut akan di-record menggunakan alat yang bernama Data Logger, sebuah alat penghitung kondisi bangunan yang dipengaruhi oleh lingkungan, khususnya beban," katanya.

Data yang terekam oleh Data Logger tersebut akan otomatis terekam ke software yang dibuatnya itu. "Sofware itu yang akan menentukan antisipasi apa yang harus dilakukan oleh pihak yang berkaitan dengan permasalahan tersebut dan juga masyarakat sekitar," katanya.

Didampingi salah satu dosen yang ikut mengembangkan software itu, Nisfu Asrul Sani SKom MSc, ia mencontohkan di suatu apartemen ada indikasi terjadinya gempa berbahaya, maka akan disampaikan kepada para penghuni apartemen melalui SMS untuk menyelamatkan diri.

"Untuk kepentingan itu, masyarakat yang berada di wilayah terjadinya gempa harus melakukan register untuk mempermudah pengiriman SMS oleh software. Kalau tempat-tempat umum seperti itu pasti sudah ada pendataan, sehingga tidak sulit untuk memprogram nomor handphone siapa saja yang akan dikirimi SMS," katanya.

Untuk jembatan, pesan peringatan langsung dikirim ke pemerintah untuk dapat mengambil kebijakan dengan cepat untuk meminimalkan korban.

"Nantinya, kami juga bekerja sama dengan perusahaan provider untuk menyampaikan pesan peringatan ini," katanya.

Menurut Nisfu Asrul Sani yang merupakan dosen Jurusan Sistem Informasi itu, alat yang digunakan gedung dan jembatan itu berbeda.

"Gedung menggunakan alat sensor yang disebut akselerometer yang harus diletakkan di bagian atas atau atap bangunan, sedangkan jembatan menggunakan Lateral Vertical Displacement Transducer (LVDT) yang dipasang pada besi maupun beton yang tepat di tengah bentang jembatan," katanya.

Posisi pemasangan sensor tersebut memperhitungkan "moment ultimate" (besar perpindahan terbesar) yang terjadi pada benda. "Kalau gedung yang lebih mudah goyah kan bagian tertingginya, karena itu alat dipasang di atap. Kalau jembatan itu titik beratnya ada di tengah, lendutan terbesarnya ada di bagian tengah," katanya.

Robiy menambahkan ide TA itu muncul dari inisiasi dua dosennya, yakni Dr Ir Amien Widodo MS dan Data Iranata PhD. "Dari situ, saya coba eksekusi melalui tugas akhir saya, tapi karena merupakan hasil karya baru, maka alat dan software itu belum memiliki nama," katanya.

Namun, Data Iranata mengungkapkan alat itu akan segera diberi nama untuk dipatenkan. "Untuk sekarang masih tahap uji coba dan penyempurnaan," katanya. [antaranews/duniaterkini.com]

Geng Kristen di Afrika Tengah Belah Perut Muslimah Hamil

Korban konflik agama di Bangui Afrika Tengah.
Menurut situs berita Afrika dan Inggris bahwa sekelompok orang Kristen menewaskan sedikitnya 12 warga Muslim, termasuk seorang wanita hamil dan 10 anak-anak di Republik Afrika Tengah.

Seperti dikutip oleh kantor berita Anatolia dari situs berita International Business Times Inggris dan situs berita Afrika bahwa “sekelompok geng Kristen dari etnis Peul membelah perut wanita Muslim yang sedang hamil, dan membantai anak-anak dalam sebuah serangan terhadap kelompok Muslim dalam beberapa hari terakhir.”

Serangan itu terjadi sekitar 95 kilometer sebelah utara ibukota Bangui. Pihak militer mengatakan “para penyerang dari etnis Peul terlihat di daerah yang tidak jauh dari kelompok kaum muslimin dan kembali pada malam hari untuk menyerang warga Muslim dengan bersenjatakan parang.” 

[eramuslim/duniaterkini.com]
 
Copyright © 2015. Muslim Magazine.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Distributed By Kaizen Template Powered by Blogger.
Creative Commons License