AS Kecam Soal Pertahanan Udara Baru China

Pemerintah AS dikabarkan telah menegaskan bahwa zona pertahanan udara baru China tidak akan mengubah manuver militer AS di Asia-Pasifik. Bahkan pejabat AS menyerukan Beijing agar “membatalkan prosedur.”

“Pengumuman ini tidak akan mengubah latihan militer kami,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki, seperti yang dilansir islamtimes pada Selasa (3/12/13).

“Fakta menunjukkan, kebijakan China ini telah menyebabkan kebingungan dan meningkatkan risiko kecelakaan udara. Kami prihatin dan meminta agar China segera membatalkan prosedur yang mereka buat,” tambahnya.

“Posisi kami sebagai pemerintah AS menyatakan bahwa kita tidak menerima persyaratan China,” tambah Psaki kepada para wartawan.

China telah memberlakukan Identifikasi Zona Pertahanan Udara atas Laut Cina Timur bulan November lalu. Kebijakan ini memaksa agar semua pesawat militer dan komersial harus memberitahu pemerintah China sebelum memasuki wilayah mereka. [it/duniaterkini.com]

Hamili Mahasiswa, BEM FIB UI: Sitok Teror Mahasiswa UI

Sitoke Sringenge
Selasa (3/12) Komunitas Salihara mengeluarkan siara pers terkait hamilnya mahasiswi UI oleh kurator Sitoke Sringenge. Sitok selama ini memang aktif di pusat kebudayaan yang berada di Jl Salihara, Pasar Minggu, Jaksel itu. Bukunya yang telah terbit antara lain antologi puisi Persetubuhan Liar, Kelenjar Bekisar Jantan, Anak Jadah, Nonsens, On Nothing, dan novel Menggarami Burung Terbang. Di Komunitas Salihara, Sitok menjadi kurator bidang teater. Ia juga pendiri dan pengelola Penerbit KataKita.

Juru bicara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (BEM FIB UI), Balda Zain, mengaku telah mengeluarkan siaran pers terkait pelecehan seksual terhadap mahasiswi Universitas Indonesia bernama RW. RW adalah mahasiswi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang kini mengadukan Sitok atas tuduhan pelecehan seksual.

Dalam siaran persnya, BEM FIB UI juga menyatakan, “Sitok terus menerus melakukan “teror”. Korban yang sedang dalam kondisi terpuruk tidak punya pilihan selain berusaha untuk mengakhiri dengan bertemu langsung.”

Balda Zain menuturkan, pernyataan pers itu didasari atas keterangan dari korban dan keluarganya. Berikut rilis lengkap BEM Fakultas Ilmu Budaya UI.

Menyoal musibah yang menimpa salah satu keluarga kami, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (BEM FIB UI) dengan ini ingin meluruskan informasi yang saat ini berkembang secara luas. Tulisan ini kami susun berdasarkan keterangan dari pengacara korban dan beberapa alumni yang terlibat dalam gerakan ini.

Salah seorang mahasiswi FIB UI menjadi korban pemerkosaan secara halus dengan intimidasi mental oleh seorang seniman bernama Sitok Srengenge. Desember 2012, ia kenal dengan Sitok sebagai juri salah satu acara melalui hubungan kerja. Maret 2013, Sitok menghubungi korban yang pada saat itu tengah mengerjakan tugas akhir mengenai penelitian kebudayaan. Posisi Sitok sebagai seniman membuatnya berkomunikasi lagi dengan modus membantu pengerjaan tugas tersebut. Sitok mengondisikan dengan berbagai alasan yang ternama sehingga pertemuan berlangsung di kos. Pada kesempatan itulah awalnya Sitok melakukan pelecehan seksual (secara rabaan) secara paksa terhadap korban. Perlu diketahui, korban dikenal sebagai perempuan baik-baik nan lugu yang bahkan belum pernah berpacaran. Ia juga memiliki trauma masa lalu yang membuatnya mudah terpuruk ketika mendapat tekanan. Ketika mendapatkan pelecehan sek-sual secara paksa, korban mengalami ketakutan dan trauma yang sangat dalam.

Setelah kejadian, Sitok kembali menghubungi korban. Meski tidak dibalas, tetapi Sitok terus menerus melakukan “teror”. Korban yang sedang dalam kondisi terpuruk tidak punya pilihan selain berusaha untuk mengakhiri dengan bertemu langsung. Namun, dalam kesempatan tersebut pelecehan seksual meningkat statusnya menjadi pemerkosaan dengan intimidasi mental. Setelah itu, pemerkosaan dilakukan berulangkali dengan modus yang sama (tekanan mental dan rayuan menjebak).

Beberapa bulan kemudian korban diketahui hamil 4 bulan. Dalam kondisi kebingungan dan hilang arah, korban bercerita kepada salah satu alumni yang juga teman dekatnya. Alumni dan beberapa orang teman selama tiga bulan berusaha menelusuri kejadian sebenarnya. Hal ini berjalan sulit karena trauma korban yang sangat dalam. Belakangan diketahui bahwa korban sempat melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri yang berakhir gagal. Sitok berkali-kali sulit dihubungi. Ketika dapat dihubungi, jawaban dari Sitok kira-kira adalah permintaan diam dan larangan menyebarkan informasi karena akan merusak nama baik Sitok.

Berdasarkan hal-hal di atas, BEM FIB UI mendukung korban yang masih menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa FIB UI. Perlakuan tidak pantas dan patut diduga sebagai perbuatan pidana asusila serta sikap tidak bertanggungjawab yang dilakukan oleh Sitok karena melukai moral, hak perempuan, masyarakat seni budaya, dan integritas pelaku sebagai seorang seniman yang sejatinya menjadi teladan dan paham akan budaya Indonesia. Kami mendukung segala bentuk perlawanan yang dilakukan oleh korban sebagai gerakan moral penyadaraan agar tidak ada lagi korban dari kasus serupa di kemudian hari. Sebagai informasi, selain korban juga ada beberapa orang lain yang didekati oleh Sitok dengan modus yang sama. Di luar sana, entah siapa lagi yang menjadi korban Sitok dan orang-orang yang berperilaku serupa?

Menjawab pertanyaan beberapa pihak yang menanyakan laporan setelah 7 bulan, ada beberapa hal yang harus kembali kami tekankan. Pertama, korban mengalami trauma yang sangat dalam dan hampir tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena keadaan psikologis yang sudah lemah sejak awal. Korban baru dapat bercerita setelah dorongan selama tiga bulan dari teman dan keluarga. Sitok begitu hebat dan sadisnya mampu membungkam korban hingga trauma. Kedua, secara tegas ini adalah perbuatan asusila, bukan sekadar perbuatan tidak menyenangkan. UU di negeri ini belum cukup kuat untuk melindungi hak perempuan yang terlukai. Ketiga, secara norma, perbuatan ini telah melampaui batas, seorang seniman yang telah berumur melakukan pemerkosaan dengan kekerasan mental kepada perempuan yang seumur dengan anaknya dan melanggar batas norma adat ketimuran.

Terakhir, kami ingin mengajak seluruh mahasiswa untuk mendukung korban yang masih merupakan bagian dari keluarga di kampus dan menuntut Sitok Srengenge untuk bertanggungjawab. Fokus kita bukanlah pada identitas korban, tetapi pada kejahatan pelaku. Ini adalah gerakan moral untuk menyadarkan pelaku dan beberapa budayawan lain yang mempunyai perilaku sama. Ini juga merupakan gerakan untuk menghindari perilaku kekerasan terhadap kaum perempuan yang masih sering terjadi di negeri ini. Ini adalah gerakan untuk melawan tindakan yang berlawanan dengan intektualitas kita. Ini adalah saat kita untuk bicara kebenaran.

Badan Eksekutif Mahasiswa FIB UI

Di Iran, Pengidap Virus HIV/AIDS Meningkat Tajam

Menurut laporan terbaru yang disiarkan televisi pemerintah Iran, saat ini jumlah warga Iran yang positif terjangkiti virus HIV/Aids semakin terus meningkat selama dekade terakhir.

Pada hari Ahad lalu (1 Desember bertepat dengan hari Aids dunia), televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan dari Menteri Kesehatan Hassan Ghzaizadeh yang mengatakan bahwa telah terjadi pertumbuhan sembilan kali lipat jumlah penderita HIV/Aids dalam dekade terakhir ini di Iran.

Berbicara tentang virus penyebab AIDS sebelumnya merupakan hal yang tabu di Republik Syiah Iran. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, para pejabat pemerintah di Iran telah mulai melakukan pendekatan yang lebih besar serta pendidikan tentang HIV dan AIDS ke tengah masyarakat.

Laporan itu mengatakan jumlah warga yang terdaftar positif HIV sekitar 27.000 orang, meskipun perkiraan menunjukkan ada sekitar 100.000 orang yang terinfeksi virus tersebut di Iran. Dikatakan sepertiga dari mereka yang terinfeksi mengatakan mereka mendapat virus – yang konon belum ada obatnya itu – melalui hubungan seksual, sedangkan sisanya terjangkiti virus karena menggunakan jarum suntik yang terinfeksi. [guardian/duniaterkini.com]

Memalukan, Politikus PPP dan Adik Nazaruddin Berkelahi di DPR

politikus PPP berkelahi dengan adik nazaruddin
Anggota DPR kembali menunjukkan kelakuan memalukan. Dua anggota dewan yang terhormat terlibat keributan di DPR.

Perkelahian terjadi antara Wakil Ketua Komisi IX dari PPP Irgan Chaerul Mahfiz dan anggota Komisi XI yang juga adik Nazaruddin, M Nasir. Keduanya ribut di ruang pimpinan Komisi IX, Senin (2/12/2013).

Disebut-sebut kedua anggota dewan itu saling bentak. Tak hanya berhenti sampai di situ, keduanya bahkan saling dorong.

Wakil Ketua Komisi IX Nova Riyanti Yusuf mengonfirmasi adanya ketegangan di antara keduanya. Noriyu ada di ruang kerja Komisi IX saat keributan keduanya terjadi.

"Nggak sampai adu fisiklah, kalau iya pasti ramai," ujarnya.

Noriyu, demikian dia disapa, mengaku tak tahu penyebab perkelahian tersebut. Legislator berlatang belakang dokter jiwa ini tak mau ikut campur urusan keduanya.

"Tanya mereka ajalah," tuturnya. [newsdetik/duniaterkini.com]

Yusuf Mansur: Jilbab Ditunda, Kondom Malah Dibebaskan

Pekan Kondom Nasional meresahkan ulama, termasuk Pimpinan Ponpes Daarul Quran Bulak Santri, Ustaz Yusuf Mansur yang geram mendengar kabar tersebut. Ia membandingkan dengan penundaan penggunaan jilbab untuk polwan Muslimah.

"Jilbab ditunda-tunda... Kondom malah dibebaskan sebebas-bebasnya... Innaa lillaah... Innaa lillaah... Innaa lillaah, " tulis Ustaz Yusuf dalam dalam akun Twitter-nya seperti dikutip ROL, Selasa (3/12).

Ustadz yang telah menulis banyak buku tentang sedekah ini bahkan mengaku merasa jijik dengan program Pekan Kondom Nasional yang digelar Kementerian Kesehatan tersebut.

"Tiba-tiba saya merasa jijik hari ini dengan negara ini... Semoga datangnya Maghrib sebentar lagi, nyaman lagi hati saya, setelah shalat nanti..."

Ustadz asli Betawi ini juga menyayangkan adanya bus kondom yang masuk kampus. Apalagi, bus itu bergambar artis berpose panas.

“Ternyata bener ya? Ada bus pekan kondom, yang distikerin bergambar artis berpose panas. Yaaa Allah, koq negara tega banget yaaa... Menurut sebagian cerita, bus itu masuk ke kampus... Allahu akbar... Bagaimana mungkin pemerintah "setega" itu... Apalagi di kampus-kampus, kondom itu dibagikan, dan yang bagi-bagiin bilang, ‘Kamu jajal yaaa. Pake sama pacar kamu...’. Duh, sedih banget saya...”

Meski demikian, Yusuf Mansur berharap ini hanya kelalaian, bukan kesengajaan pemerintah. Untuk itu, ustadz berusia 36 tahun ini mengajak umat Islam mendoakan pemerintah

"Tapi saya percaya. Ini kelalaian saja. Bukan kesengajaan. InsyaaAllah kita bawa menjadi doa, atas semua pemandangan dan rasa..." ujarnya. [ROL/duniaterkini.com]

Membabat Gurita Seks Bebas

Fenomena seks bebas di kalangan remaja di Indonesia kian menggurita. Dulu, seks bebas adalah suatu aib dan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, namun remaja masa kini sudah banyak yang tak peduli lagi. Mereka tak malu-malu mempertontonkan aktivitas umbar syahwat itu, baik melalui media ataupun secara terang-terangan di muka  umum. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana murid sebuah SMP negeri di Jakarta berbuat mesum di dalam kelas dengan disaksikan teman-temannya. Ternyata itu bukan satu-satunya kejadian di negeri ini, masih banyak kejadin serupa yang beritanya tak seramai itu.

Perilaku seks bebas pada remaja dipicu oleh mudahnya akses terhadap materi pornografi dan pornoaksi, baik itu melalui media cetak serta media elektronik seperti TV, HP dan internet. Padahal benteng keimanan mereka tak terbagun dengan kokoh akibat sistem pendidikan sekuler. Sehingga remaja yang pada dasarnya suka mencoba-coba, tergoda untuk menjajal permainan baru itu.

Hal ini diperparah dengan melemahnya kontrol sosial dalam masyarakat. Masyarakat tidak peduli dengan aktivitas yang mendekati zina yang terjadi di tengah mereka. Remaja berpacaran, berdua-duaan, berpegangan tangan, dan lain sebagainya dianggap hal yang wajar dan dibiarkan begitu saja.

Peran serius dari pemerintah juga susah diharapkan. Kasus perbuatan murid SMP di atas saja, jika tidak merebak isunya di tengah masayarakat, belum tentu mendapat penanganan serius pemerintah. pun tidak ada pencegahan sistemik yang dilakukan untuk menjaga remaja dari pengaruh pornografi dan pornoaksi.

Jika kaum remaja sudah sedemikian terjerumus dalam seks bebas, apa yang bisa kita harapkan dari mereka? Mampukah mereka memikul tanggungjawab besar berupa masa depan ummat? Tentu saja tidak. Yang ada, mereka sibuk bergumul dengan syahwatnya, menjadi generasi yang lemah akalnya dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Sehingga kita tidak bisa membiarkan hal ini, sudah seharusnya kita libas fenomena ini dengan tuntas.

Akar dari permasalahan ini adalah keberadaan sistem hidup yang serba permisif, mengagungkan kebebasan dan mencampakkan peran agama dalam kehidupan. Sementara sistem  Islam memiliki tatanan hidup yang khas yang mampu menghentikan dan mencegah terjadinya seks bebas, yaitu tindakan preventif dan kuratif.

Tindakan preventif dalam Islam adalah dengan pengaturan pakaian dan pergaulan. Islam mewajibkan laki-laki dan perempuan menutup aurat secara sempurna di dalam area publik, ditambah dengan kewajiban menundukkan/menahan pandangan serta menjaga kehormatan. Pengaturan pergaulan antara laki-laki dan perempuan (larangan ikhtilat/bercampurbaur, dan khalwat/berdua-duaan) juga sangat efektif mencegah terjadinya seks bebas.

Di sisi lain, pemerintah berkewajiban menutup rapat-rapat akses terhadap pornografi dan pornoaksi yang dapat memicu timbulnya syahwat. Tidak hanya di dunia nyata, di internet pun pemerintah dengan dukungan teknologi canggih wajib mengerahkan segenap upaya menghadap situs dan konten porno.

Sementara dari segi kuratif, Islam menetapkan sanksi jilid (cambuk) bagi pelaku seks bebas yang belum menikah, dan rajam bagi pelaku seks bebas (zina) yang sudah ataupun pernah menikah. Tanpa pandang bulu siapapun pelakunya.

Lalu, apakah dengan sistem demokrasi sekarang ini semua aturan di atas bisa diterapkan? ternyata tidak, aturan di atas sangat bertentangan dengan prinsip kebebasan yang dimiliki demokrasi. Mau tidak mau, kita harus menggunakan sistem pemerintahan yang mengakomodir diberlakukannya semua aturan di atas, yaitu sistem Islam, dengan negara Khilafah.

Jadi, jika kita ingin membabat gurita perilaku seks bebas dan ingin mewujudkan generasi muda yang tangguh, maka terapkanlah sistem Islam secara kaffah dalam naungan Khilafah. 

Awas, Jebakan Mindset dalam Bisnis

Sesungguhnya perkara yang halal itu sudah jelas dan perkara yang haram juga sudah jelas. Diantara keduanya adalah hal-hal yang meragukan (syubhat), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa bisa menjaga dirinya dari hal-hal yang syubhat itu, berarti dia telah memelihara agama dan kehormatannya. Sementara barangsiapa yang terjatuh ke dalam hal-hal yang syubhat, berarti dia telah terjatuh ke dalam hal-hal yang haram sebagaimana seorang pengembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang, dimana dikhawatirkan hewan gembalaannya merumput ke daerah terlarang itu. Katahuilah bahwa setiap penguasa memiliki wilayah terlarang, dan wilayah terlarang Allah adalah hal-hal yang telah Dia haramkan. (Muttafaqun ‘alaih)

Saya pernah beberapa kali mendengar ungkapan dari beberapa kalangan masyarakat yang menyebutkan bahwa, “Mengais rezeki dari Allah yang haram saja sulit, apalagi yang halal!”.
Nah Lho, Ada apa ini? Yup, Tanpa disadari hal tersebut seolah-olah sudah me-mind set mereka untuk melakukan cara apapun dalam bekerja atau berdagang (usaha). Yang penting “Asal dapat duit”, apapun itu dilakukan, sehingga terjebak dalam praktek-praktek yang bertentangan dengan aturan yang syar’i.

Dalam hadits diatas, Nabi Muhammad SAW secara bijak telah memberikan pesan agar tidak memasuki wilayah terlarang, tentunya hal ini sudah digariskan oleh Allah SWT.

Banyak kasus praktek “ASAL-ASAL-an” ini biasanya disebabkan oleh dua hal, yang pertama yaitu penjualan produk barang atau jasa yang tidak kunjung laku dan diterima di pasaran. Yang kedua adalah ingin segera mendapatkan keuntungan banyak dalam waktu yang relatif singkat. Jadi dalam kaitannya untuk menyelesaikan masalah tersebut dipilihlah jalan singkat yang ternyata bisa menyesatkan diri sendiri dan juga konsumen. Otomatis praktek seperti itu membuat bisnis kita menjadi bisnis yang tidak berkah. Dan kalau tidak berkah, tentunya bisnis tersebut tidak akan langgeng.

Mari kita sedikit menganalisa, produk dan jasa anda tidak laku biasanya dikarenakan karena cara marketing anda. Semisal apabila produk atau jasa anda tidak terlalu baik tapi jika jika marketing anda baik maka produk atau jasa anda akan laku di pasaran. Terlebih apabila produk yang bermutu dikawinkan dengan teknik marketing yang mumpuni. Jawaban yang Simple bukan? Ya, caranya memang simple namun kita harus detail untuk mendapatkan hasil yang maksimal, karena untuk membuat bisnis yang solid perlu team yang solid juga, untuk menciptakan produk yang laku kita harus melihat kebutuhan pasar, kemudian ide tersebut dituangkan dalam produk dan jasa yang akan diciptakan, lalu untuk menciptakan produk atau jasa yang baik perlu proses produksi (operasional) yang baik pula, Setelah jadi produk atau jasa maka perlu strategi marketing yang mendukung citra produk agar mudah diingat dan diterima konsumen, Agar diterima konsumen perlu proses edukasi yang berkesinambungan. Setelah edukasi maka perlu dibuat penawaran kepada konsumen agar konsumen tahu benefit dari produk dan jasa sehingga memutuskan pembelian. Nah, proses pembelian ini tentunya kita harapkan dapat terus menerus, maka perlu lah pelayanan purna jual sehingga silaturahmi antar produsen dan konsumen tetap terjaga. Kalau silaturahmi sudah terbina, Insya Allah rejeki tidak akan lari kemana!

Tanpa perlu pusing memikirkan prosesnya lagi, Jebakan Mindset dapat diobati dengan mudah apabila kita menjiplak secara menyeluruh strategi bisnis Nabi Muhammad yang sudah pasti terbukti berhasil diterima masyarakat pada masanya dan bahkan samapi dengan saat ini. Berikut beberapa ajaran Rasulullah yang dapat me-refresh pikiran kita, yaitu :

1. Memiliki Visi Bisnis yang Mulia
Visi yang dilakukan Nabi Muhammad dalam berbisnis yaitu, dengan dimensi spiritual, dimana bukan hanya memperbesar laba saja tetapi memiliki dimensi Sedekah, Zakat, Infak yang besar pula, Menjalin silaturahmi dengan siapapun, Mengembangkan empati dan sinergi binsis dengan siapapun. Pebisnis spiritual tidak berkantung kepada siapapun kecuali Allah SWT, dia tidak terpengaruh oleh turun naiknya kurs mata uang, tidak terpengaruh juga oleh ketakutan akan persaingan bisnis. Dalam benaknya ia yakin Allah selalu melindungannya.

2. Tidak zalim terhadap konsumen dan orang-orang yang bekerja di dalamnya.
Secara logika orang zalim akan bangkrut karena apabila ia berbuat zalim dan orang-orang yang tidak dizalimi tidak ridha kepadanya maka akan datang celaka bahwa Allah akan mentransfer dosa-dosa orang-orang yang dizalimi

Dalam hadits disebutkan :
Barangsiapa yang mempunyai barang-barang dari hasil mendzalimi saudaranya, maka hendaknya dia meminta kerelaannya dari saudaranya itu. Sebab kelak disana (akhirat), dinar dan dirham, tidak berguna lagi, sebelum kebaikan (pahalanya) diberikan kepada saudara yang dizaliminya itu. Apabila dia tidak mempunyai kebaikan (pahala), maka dosa-dosa saudaranya itu diambil, lalu dilemparkan kepadanya. (HR. Bukhari)

Hal ini sangat memberi kita pembelajaran yang berharga bahwa sungguh tidak baik apabila kita tidak memberikan hak konsumen untuk mengetahui produk kita dengan selain menyebutkan benefit dan nilai, kita juga dapat menyebutkan secara jujur kekurangan produk kita untuk disikapi konsumen. Dalam kaitannya juga ini merupakan salah satu cara memudahlkan pelanggan seperti yang disebutkan dalam hadits :

Allah memasukkan ke dalam surge seseorang yang mempermudah urusan ketika dia menjadi penjual, atau ketika ia menjadi pembeli, atau ketika ia menjadi hakim, atau ketika ia menjadi terdakwa. (HR Ahmad)

3. Menjual Barang Yang Halal Saja
Disebutkan dalam hadits :
Sesungguhnya jika Allah telah mengharamkan sesuatu, maka (dengan otomatis) Dia juga mengharamkan hasil penjualannya. (HR. Ahmad)

4. Jangan Menjual Hal Yang Tidak Jelas
Disebutkan dalam hadits :
Ibnu Abbas ra. Menyampaikan bahwa Rasulullah SAW melarang jual beli buah-buahan yang belum masak (yang masih ada di pohonnya), bulu domba yang menempel di badannya, dan susu yang masih dalam tetek binatang. (HR At-Thabrani dan Daruquthni)

Dewasa ini banyak prektek ijon yang berspekulasi membeli hasil pertanian yang belum dipanen. Apabila ia membayar hasil panen itu dan ternyata hasilnya melebihi perkiraan, tentu ia akan untung. Namun apabila sebaliknya hasil pertanian terkena hama sehingga jauh dari dugaan maka tentu petani yang akan untung. Islam jelas-jelas melarang praktek-praktek bisnis yang tidak saling menguntungkan karena berbau judi atau untung-untungan (maisir).

5. Menjual Dengan Harga Yang Layak
Disebutkan dalam hadits :
Seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW : “Saya seorang pedagang. Apabila saya membeli sesuatu, saya menawarnya lebih rendah dari harga yang saya kehendaki. Lalu saya naikkan harganya sesuai dengan keinginan saya. Sebaliknya, jika menjual sesuatu, saya menawarkannya dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang saya kehendaki. Kemudian, saya turunkan sedikit demi sedikit sehingga mencapai harga yang saya inginkan”.
Rasulullah SAW bersabda : “Jangan engkau lakukan itu. Apabila engkau hendak membeli sesuatu, maka tawarlah dengan harga yang engkau berikan atau engkau tolak. Jika engkau menjual sesuatu, tawarlah dengan harga yang ingin engkau berikan, atau engkau tolak”. (HR. Ibnu Majah)

6. Menghindari Keserakahan dan licik
Tidak ada seseorang yangmemonopoli perdagangan, kecuali dia termasuk orang yang salah. (HR Muslim)

Orang yang suka mengolok-olok, mencaci maki, dan bersikap sombong akan masuk neraka, semua sifat itu tidak akan berkumpul pada diri seorang Muslim. (HR Ath-Thabrani)

7. Mengajak Orang lain Untuk Berbisnis Yang Maslahat
Disebutkan dalam hadits :
Abu Hurairah ra. Mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa membebaskan seorang Muslim dari jual-beli yang mengakibatkan penyesalan, kelak Allah akan membebaskan dia dari segala dosanya. (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Ketujuh hal diatas semoga bisa me-refresh pola bisnis kita menjadi hal yang lebih baik. Apabila kita konsisten menjalankan ajaran Bisnis Nabi bukan musatahil rejeki dan ridha Allah SWT akan bersama kita selalu. Mari selamatkan bisnis kita dari mindset yang menjebak!

Follow @RiskyIrawanID untuk bertanya atau konsultasi.
 
Copyright © 2015. Muslim Magazine.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper. Distributed By Kaizen Template Powered by Blogger.
Creative Commons License